Liputan6.com, Roma - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni marah besar sekaligus prihatin setelah foto dirinya dan sejumlah perempuan lain ditemukan diunggah secara ilegal di situs pornografi.
Ia mendesak agar para pelaku segera diidentifikasi dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya, dikutip dari laman The Guardian, Senin (1/9/2025).
Advertisement
Tak hanya Meloni, foto saudara perempuannya, Arianna, serta pemimpin oposisi Elly Schlein juga muncul di platform bernama Phica.
Situs asal Italia itu sempat memiliki lebih dari 700.000 pelanggan sebelum akhirnya ditutup pada Kamis lalu. Pengelola Phica beralasan penutupan dilakukan karena penggunanya “salah memanfaatkan platform.”
Foto-foto yang tersebar tersebut berasal dari media sosial pribadi maupun sumber publik. Tanpa izin, gambar-gambar itu direkayasa dengan keterangan bernada vulgar dan seksis, bahkan diubah untuk memperbesar bagian tubuh atau menampilkan pose seksual. Kasus ini memicu puluhan perempuan mengajukan keluhan serupa, setelah skandal Phica terbongkar pekan ini.
“Saya muak dengan apa yang terjadi,” ujar Meloni kepada Corriere della Sera pada Jumat (29/8). “Saya ingin menyampaikan solidaritas dan dukungan kepada semua perempuan yang telah disakiti, dihina, dan dilecehkan.”
Bukan Insiden Pertama di Italia
Ia menegaskan, “Sungguh menyedihkan mengetahui bahwa pada tahun 2025, masih ada orang yang menganggap wajar dan sah untuk merendahkan martabat perempuan dengan hinaan seksis dan vulgar, sembari bersembunyi di balik anonimitas atau kibor.”
Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi di Italia. Minggu lalu, Meta menutup sebuah akun Facebook bernama Mia Moglie (Istriku), yang digunakan sejumlah pria untuk saling berbagi foto intim istri mereka maupun perempuan tak dikenal.
Phica sendiri telah beroperasi sejak 2005. Nama platform itu merupakan plesetan dari slang untuk organ intim perempuan dalam bahasa Italia. Meski berulang kali dilaporkan, situs tersebut tetap berjalan hingga akhirnya diselidiki polisi usai menerima pengaduan resmi dari politisi Partai Demokrat (PD) berhaluan kiri-tengah. Konten foto-foto perempuan terkenal bahkan ditempatkan di bagian khusus bertajuk “VIP Section.”
Dalam wawancara dengan Corriere, Meloni menegaskan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus diproses hukum. “Konten yang dianggap tidak berbahaya, di tangan yang salah, bisa berubah menjadi senjata mengerikan. Kita semua harus waspada akan hal ini,” katanya.
Sebuah studi Universitas Milan pada 2019 pernah mencatat, 20 persen perempuan Italia mengaku pernah mengalami penyebaran foto intim tanpa persetujuan.