Uskup Agung Kupang Ajak Warga Jaga Keharmonisan

Mgr. Hironimus menekankan menjaga pentingnya keamanan, ketertiban, kerukunan, dan kedamaian, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi isu yang dapat memecah persatuan bangsa.

oleh Tim RegionalDiperbarui 31 Agustus 2025, 19:01 WIB
Aksi unjuk rasa massa (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, mengimbau kepada seluruh umat Katolik dan seluruh masyarakat di wilayah Keuskupan Agung Kupang untuk tetap bersikap tenang dan menjaga suasana kondusif di tengah maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia beberapa waktu terakhir.

Mgr. Hironimus menekankan menjaga pentingnya keamanan, ketertiban, kerukunan, dan kedamaian, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi isu yang dapat memecah persatuan bangsa.

“Marilah kita berpikir arif, jernih, dan kritis, serta menjaga keharmonisan dengan pemerintah dan aparat TNI-Polri,” ujar Mgr. Hironimus dalam keterangannya dikutip Minggu (31/8).

Ia juga turut mengajak semua pihak untuk mengedepankan rasa persaudaraan dan kebersamaan, demi terciptanya perdamaian khususnya di Nusa Tenggara Timur dan diseluruh wilayah Indonesia.

Hal itu tercermin dalam kitab Matius 5:9 “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah,” kutipnya.

“Yesus Kristus mengajarkan kasih, solidaritas, dan perdamaian, serta mendorong umat untuk menjadi pembawa damai melalui tindakan nyata seperti rekonsiliasi, pengampunan dan tanpa kekerasan,” imbuhnya.

 

 

 

 

Prabowo Batalkan Kunjungan ke China, Ingin Fokus Tangani Polemik Dalam Negeri Imbas Aksi Demo

Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungan kerjanya ke China yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini hingga awal September 2025.

Prabowo pun meminta maaf kepada pemerintah China yang telah mengundangnya hadir dalam parade militer di Beijing pada 3 September 2025.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok," jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya