Houthi Umumkan PM Ahmed al-Rahawi Tewas dalam Serangan Udara Israel

Houthi konsisten menunjukkan dukungan mereka terhadap warga Palestina yang ditindas Israel.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 31 Agustus 2025, 00:31 WIB
Kiprah kelompok Houthi menyita perhatian publik usai mendeklarasikan blokade terhadap kapal laut yang menuju Israel di Laut Merah. Blokade itu diklaim hanya akan berakhir jika Israel mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. (AP Photo)

Liputan6.com, Sanaa - Para pemberontak Houthi di Yaman mengonfirmasi bahwa perdana menteri (PM) dan sejumlah menteri lain dalam pemerintahan mereka tewas dalam serangan udara Israel pada Kamis (28/8/2025).

Para pemberontak mengatakan Ahmed al-Rahawi tewas dalam serangan di ibu kota Sanaa, yang juga membuat sejumlah orang lainnya terluka parah. Rahawi adalah tokoh paling senior di kelompok Houthi yang tewas dalam serangan Israel terhadap kelompok tersebut.

"Para menteri itu menjadi sasaran dalam sebuah lokakarya rutin yang diadakan pemerintah untuk mengevaluasi kegiatan dan kinerjanya sepanjang tahun lalu," demikian pernyataan kantor kepresidenan yang disiarkan melalui televisi yang dikelola Houthi, seperti dilansir CNN.

Pertemuan para pejabat tinggi Houthi, yang dilaporkan digelar untuk menyaksikan pidato pemimpin mereka yang jarang tampil di depan publik, diyakini menjadi kesempatan emas bagi Israel untuk sekaligus menargetkan para pemimpin pemberontak yang didukung Iran itu dalam satu operasi.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Menteri Pertahanan Houthi Mohammad Nasser al-Atifi menyatakan bahwa pihaknya siap di semua tingkatan untuk menghadapi musuh Zionis yang didukung Amerika Serikat (AS).

Israel belum memberikan komentar, namun pada Kamis sejumlah pejabatnya mengatakan bahwa militer Israel telah menargetkan para pemimpin Houthi, hanya beberapa hari setelah kelompok itu menembakkan rudal yang membawa bom tandan jenis baru.

Sejak serangan 7 Oktober 2023, kelompok Houthi menargetkan kapal-kapal yang melintas di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina. Mereka juga telah menembakkan sejumlah rudal ke arah Israel, meski sebagian besar berhasil dicegat.

Pergeseran Strategi

Pasukan keamanan Israel memeriksa lokasi tempat proyektil yang ditembakkan oleh kelompok Houthi dari Yaman mendarat di area Bandara Internasional Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel, pada Minggu (4/5/2025). (Dok. AP/Ohad Zwigenberg)

Sejak dimulainya perang di Gaza hampir dua tahun lalu, Israel menggunakan keunggulan intelijennya yang kuat untuk menyingkirkan para pemimpin proxy terdekat Iran di Timur Tengah.

Tahun lalu, Israel membunuh pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di ibu kota Iran, Teheran. Dua bulan kemudian, Israel membunuh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan udara di Beirut. Dan pada Oktober lalu, pasukan Israel membunuh pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Gaza.

Pada Desember, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengancam bahwa Israel juga akan memburu para pemimpin teratas Houthi.

"Kami akan menghantam infrastruktur strategis organisasi teroris Houthi dan kami akan memenggal para pemimpinnya – persis seperti yang kami lakukan terhadap Haniyeh, Sinwar, dan Nasrallah – di Teheran, Gaza, dan Lebanon. Inilah yang akan kami lakukan di Hodeida dan Sanaa juga," kata dia.

Serangan pada hari Kamis menandai pertama kalinya Israel berhasil menargetkan kepemimpinan Houthi.

Di masa lalu, Israel sebagian besar menyerang sasaran militer di Yaman dan infrastruktur sipil yang menurut militer Israel digunakan oleh kelompok Houthi.

Sebagai indikasi bahwa Israel mungkin telah mengubah strateginya, angkatan udara Israel menyerang sebuah pangkalan militer tempat istana kepresidenan berada. Angkatan udara juga menyerang dua pembangkit listrik dan sebuah lokasi penyimpanan bahan bakar.

Kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, setelah menyerbu Sanaa pada tahun 2014 dan menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional. Sejak saat itu, koalisi yang didukung Arab Saudi tidak mampu menggusur Houthi, yang semakin memperkokoh kekuasaannya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya