Prabowo Batalkan Kunjungan ke China, Ingin Fokus Tangani Polemik Dalam Negeri Imbas Aksi Demo

Prasetyo menyampaikan Prabowo mendapat undangan dari beberapa negara sahabat, salah satunya menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada 23 September 2025.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 30 Agustus 2025, 22:55 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga dijadwalkan menghadiri serta mengikuti Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026. (Ajeng Dinar Ulfiana/POOL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungan kerjanya ke China yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini hingga awal September 2025.

Prabowo pun meminta maaf kepada pemerintah China yang telah mengundangnya hadir dalam parade militer di Beijing pada 3 September 2025.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok," jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).

Prasetyo menyampaikan Prabowo mendapat undangan dari beberapa negara sahabat, salah satunya menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada 23 September 2025. Menurut dia, kehadiran di Sidang Umum PBB menjadi pertimbangan Prabowo untuk memenuhi undangan pemerintah China.

"Pada bulan September ada beberapa undangan dari beberapa pihak yang mengundang bapak Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri sidang tahunan PBB di New York, yang ini membuat salah satu pertimbangan bagi beliau di dalam memutuskan hadir atau tidaknya beliau memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok," jelas Prasetyo.

Namun akhirnya, Prabowo memutuskan tak menghadiri undangan dari pemerintah China. Prabowo ingin fokus menangani dinamika yang terjadi di dalam negeri, usai aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

"Tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung, beliau juga ingin terus memonitor secara langsung, kemudian juga ingin memimpin secara langsung dan mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik," tutur Prasetyo.

 

Hadiri Parade Militer di Beijing

Presiden Prabowo diketahui menjadi salah satu dari 26 kepala negara dan pemerintahan yang diundang Presiden China Xi Jinping untuk menghadiri parade militer di Beijing pada 3 September 2025.

Parade militer tersebut bertujuan untuk memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis.

Parade di Beijing itu disebut akan menampilkan serangkaian persenjataan generasi baru, seperti tank dan pesawat generasi keempat, peralatan nirawak intelijen dan penangkal nirawak, serta rudal canggih termasuk rudal antikapal hipersonik. Sebagian besar persenjataan itu akan tampil perdana di depan publik.

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya