Temui Petinggi Manchester United, Pemain Jebolan Akademi Ini Mantap Minta Pindah ke Serie A

Pemain jebolan akademi Manchester Uniter Kobbie Mainoo kabarnya sudah mengutarakan keinginannya untuk pindah permanen ke klub Serie A Napoli.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 30 Agustus 2025, 11:00 WIB
Gelandang Chelsea asal Argentina #08, Enzo Fernandez (kiri), berebut bola dengan gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Chelsea dan Manchester United di Stamford Bridge di London pada Sabtu, 17 Mei 2025 dini hari WIB. Setan Merah kalah 0-1 dari The Blues. Kobbie Mainoo kabarnya ingin pindah ke Napoli. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pemain jebolan akademi Manchester United Kobbie Mainoo kabarnya sudah memilih pindah ke klub Serie A, Napoli. Pesepak bola berusia 20 tahun itu bahkan diklaim telah memberi tahu pihak Setan Merah terkait keinginannya hengkang secara permanen sebelum penutupan jendela transfer musim panas 2025.

Sebagaimana diketahui, nama Mainoo memang santer dikaitkan dengan pintu keluar Old Trafford selama beberapa waktu terakhir. Dia tak lagi jadi pilihan utama pelatih Ruben Amorim, dan jasanya cukup diminati di kalangan klub Eropa.

Laporan beberapa waktu lalu sempat mengungkap Mainoo cuma ingin pindah dengan status pinjaman selama satu musim untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain.

Akan tetapi, laporan pakar transfer Fabrizio Romano yang dinukil dari Football Transfers baru-baru ini mengungkap Mainoo nampaknya berencana pindah permanen dari Manchester United pertengahan tahun ini.

Pemuda asal Inggris bahkan disebut-sebut sudah menentukan klub tujuan. Dia konon ingin bergabung dengan raksasa Serie A Napoli.


Sudah Bicara ke Pejabat MU

Selebrasi gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo setelah mencetak gol keempat ke gawang Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Premier League 2023/2024 di Molineux Stadium, Wolverhampton, Kamis (1/2/2024). (PA via AP Photo/Bradley Collyer)

Selaras dengan itu, The Mirror juga mengeklaim Kobbie Mainoo telah memberi tahu pejabat Manchester United terkait keinginannya ditransfer permanen ke Napoli.

Sang pemain berharap kepindahan tersebut bisa rampung sebelum jendela musim panas ditutup pada Senin, 1 September 2025 waktu setempat.

Mainoo bersikukuh cabut dari Old Trafford dan memilih Napoli sebab dia yakin Antonio Conte bisa memberi dampak transformatif pada kariernya.

Apalagi hal serupa sudah terlihat dirasakan oleh eks pemain Manchester United, Scott McTominay, di bawah asuhan pelatih asal Italia musim lalu.


MU Tak Setuju?

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Sayangnya, ada indikasi Setan Merah kemungkinan tak setuju dengan permintaan Kobbie Mainoo.

Jurnalis transfer Ben Jacobs, dalam laporan Football Transfers, sebenarnya sempat mengklaim MU tidak dia ditinggal cabut sang pemain sebab penjualan Mainoo bisa menghasilkan keuntungan murni buat klub.

Hanya saja, kabar terkini menyebut Manchester United memblokir kepindahan Mainoo menuju Napoli sebab mereka teringat akan McTominay. MU menyadari dampak yang diberikan pemain lamanya setelah pindah permanen ke Napoli musim panas lalu.


Conte Inginkan Mainoo

Tiga bintang masa depan MU: (kiri ke kanan) Rasmus Hojlund, Alejandro Garnacho, Kobbie Mainoo. (PAUL ELLIS / AFP)

Sementara itu, klub raksasa Serie A diklaim telah menyiapkan kontrak empat tahun untuk Kobbie Mainoo jika cabut dari Manchester United.

Pelatih Antonio Conte berhasrat menambahkan dia ke skuad karena ingin menargetkan trofi Serie A dan Liga Champions musim ini.

Sekadar informasi, kontrak Mainoo sekarang masih berlaku sampai 2027. MU sempat ingin menyodorkan kesepakatan jangka panjang baru, tetapi negosiasi terkait hal ini gagal dilanjutkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya