Liputan6.com, Jakarta Massa mahasiswa yang berunjuk rasa di Polda Metro Jaya mulai menembakkan petasan ke area gedung. Petugas kepolisian, mulai yang beratribut lengkap hingga berseragam preman pun jadi sasaran petasan tersebut.
Adapun, mereka masih menuntut keadilan terkait insiden meninggalnya pengemudi ojek online atau ojol, Affan Kurniawan.
Advertisement
Diketahui, Affan kurniawan meninggal dunia usai ditabrak mobil rantis Brimob saat kericuhan demo DPR pada Kamis 28 Agustus 2025 malam.
Pantauan Liputan6.com, Jumat (29/8/2025), massa aksi mulai menembakkan petasan saat hujan sedikit mereda, sekitar pukul 18.38 WIB. Hal itu pun memicu aparat kepolisian bergerak memukul mundur pengunjuk rasa.
Awalnya, petasan semula diarahkan ke langit, hingga kemudian sesekali diarahkan ke polisi bertameng. Petugas memilih mundur dan bertahan. Namun lama kelamaan, sasaran pun fokus ke gedung Polda Metro Jaya dan aparat.
Bakar CCTV dan Tiang Listrik
Suasana di lokasi semakin mencekam lantaran massa membakar fasilitas umum yang berada di samping tembok pagar Polda Metro Jaya, seperti tiang listrik dan kamera CCTV.
Kendaraan rantis pun mulai bergerak maju bersama aparat yang memakai tameng. Disusul polisi berpakaian preman yang berlarian mengejar massa mahasiswa.
Kapolda Metro Dilempari Botol Saat Temui Massa Demo
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menemui massa aksi dari mahasiswa yang berunjuk rasa di Polda Metro Jaya, Jakarta, imbas insiden mobil rantis tabrak pengemudi ojek online atau ojol yakni Affan Kurniawan, hingga tewas saat demonstrasi DPR RI.
Pantauan Liputan6.com, Jumat (29/8/2025), massa aksi awalnya menanyakan tanggapan Kapolda Metro Jaya atas tuntutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya. Selain itu, mahasiswa meminta kepolisian seluruh Indonesia membebaskan rekan-rekannya yang ditangkap.
Mahasiswa juga meminta Polri berhenti melakukan tindakan represif terhadap rakyat. Apabila hal itu tetap terjadi sebagaimana yang dialami Affan Kurniawan dan khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya, mereka meminta Kapolda mundur pula dari jawabannya.
Mendengar tuntutan para mahasiswa itu, Asep menjawab akan menyampaikan semuanya ke pimpinan. Jawaban tersebut sontak menyulut emosi mahasiswa.
Botol Melayang, Ban Dibakar
Asep yang tadinya diterima di depan mahasiswa berubah jadi sasaran empuk lemparan botol. Petugas bertameng pun bergerak cepat maju ke barisan terdepan menghadapi amuk massa.
Beberapa menit kemudian, pintu gerbang satu lagi dijebol mahasiswa. Mereka membakar ban di jalan raya hingga menimbulkan asap hitam pekat.
Meski telah melewati pukul 17.00 WIB, massa aksi tetap bertahan. Beberapa lemparan botol masih terus melayang ke aparat yang berjaga.