Jose Mourinho Dipecat Fenerbahce: Sudah 7 Kali Kehilangan Pekerjaan, Magis Sudah Habis?

Jose Mourinho resmi dipecat Fenerbahce pada 29 Agustus 2025. Ini menjadi pemecatan ketujuh dalam kariernya. Berikut riwayat lengkap pemecatan Mourinho dari Chelsea hingga Roma.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 29 Agustus 2025, 17:10 WIB
Jose Mourinho (tengah) melambaikan tangan saat dikenalkan sebagai pelatih Fenerbahce, Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, 2 Juni 2024. (Yasin AKGUL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Jose Mourinho kembali kehilangan pekerjaannya. Pada Jumat, 29 Agustus 2025, Fenerbahce mengumumkan perpisahan dengan sang pelatih hanya beberapa bulan setelah ia ditunjuk.

Klub Turki itu mengambil keputusan drastis usai gagal lolos ke Liga Champions dan memulai musim domestik dengan hasil mengecewakan.

Reuters melaporkan pemutusan kontrak terjadi melalui kesepakatan bersama, meski jelas tekanan dari hasil buruk menjadi faktor utama. Kekalahan dari Benfica di babak kualifikasi Liga Champions dan tertinggal dari Galatasaray di Super Lig membuat posisi Mourinho tidak lagi aman.

Pemecatan ini menambah panjang daftar perjalanan berliku Mourinho. Dengan Fenerbahce, ia kini sudah tujuh kali kehilangan jabatan secara prematur dalam karier kepelatihannya.


Dua Kali Dipecat Chelsea: 2007 dan 2015

2. Jose Mourinho (Chelsea) - Pada musim 2014-2015 The Special One berhasil membawa Chelsea menjuarai Liga Inggris. Namun, karena permasalahan internal klub, Mourinho akhirnya dipecat pada 17 Desember 2015. (AFP/Glyn Kirk)

Pemecatan pertama Mourinho terjadi di Chelsea pada September 2007. Kala itu, hubungannya dengan pemilik Roman Abramovich memanas akibat ketidaksepakatan transfer dan peran Avram Grant di manajemen. Meski pergi dengan status “kesepakatan bersama”, jelas konflik internal menjadi pemicunya.

Delapan tahun kemudian, di era keduanya melatih Chelsea, Mourinho kembali dipecat dari Stamford Bridge. Pada Desember 2015, Chelsea terpuruk di posisi ke-16 Liga Inggris setelah memulai musim dengan buruk.

ESPN mencatat, pemecatan ini diumumkan secara resmi oleh klub sebagai “mutual consent”, tetapi jelas performa jeblok membuat Abramovich kehilangan kesabaran.

Kedua pemecatan ini menggambarkan pola khas Mourinho: Awalnya sukses besar, namun diakhiri dengan konflik atau keterpurukan tim.


Real Madrid dan Manchester United

Ekspresi pelatih AS Roma, Jose Mourinho, setelah pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa 2022/2023 timnya berhasil menahan imbang Bayer Leverkusen dengan skor 0-0 (agregat 1-0) di BayArena, Jumat (19/05/2023) dini hari WIB. Dalam sepanjang karirnya, 31 Mei 2023 nanti merupakan final keenam The Special One di kompetisi Eropa. (AP Photo/Martin Meissner)

Di Real Madrid, Mourinho hanya bertahan tiga musim sebelum akhirnya dipecat pada 2013. Perselisihan dengan sejumlah pemain kunci dan komentar publik yang kontroversial membuat hubungan internal tidak bisa dipertahankan. Meski ia mempersembahkan gelar La Liga, tensi tinggi akhirnya mengakhiri masa kerjanya di Santiago Bernabeu.

Tahun 2018, giliran Manchester United yang merasakan sensasi memecat Mourinho. Pada Desember di tahun tersebut, United mengalami start terburuk dalam beberapa dekade di Liga Premier.

Hubungannya dengan Paul Pogba, pemain termahal saat itu, menjadi sorotan karena perseteruan terbuka yang sering mencuat ke publik. Pihak klub akhirnya memilih berpisah setelah performa tak kunjung membaik.

Lanjut Baca:

Kedua pemecatan ini menegaskan bahwa, di klub besar dengan ekspektasi tinggi, gaya konfrontatif Mourinho kerap menimbulkan ketegangan yang berakhir pada perpisahan dini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya