Liputan6.com, Jakarta - Jaket sobek dan sepatu lusuh milik Affan Kurniawan menjadi saksi bisu pengemudi ojol berusia 21 tahun itu tewas dilindas mobil rantis Brimob di Pejompongan.
Barang-barang milik Affan itu diperlihatkan seorang wanita diduga keluarganya. Salah satunya adalah jaket hijau khas ojol yang dipakai Affan saat kejadian.
Advertisement
Nampak, jaket itu sobek parah di bagian punggung bawah dan lengan. Selain itu noda hitam pun tercetak jelas pada jaket berwarna hijau tersebut.
Selain jaket, celana panjang yang dikenakan oleh Affan pun juga terlihat sobek. Tak hanya jaket dan sepatu, keluarga juga perlihatkan sepatu putih milik Affan yang juga terlihat lecek dan lusuh.
Barang-barang milik Affan itu satu per satu dikeluarkan dari dalam kantung plastik.
Affan Sedang Antar Paket
Nasib tragis dialami Affan saat demo ricuh di Pejompongan. Saat kericuhan terjadi, Affan ternyata tidak sedang ikut demo melainkan bekerja mengantarkan pesanan dari pelanggan.
"Enggak (ikut demo) lagi antar ini paket," ujar kakek Affan, Fachrudin, 73, kepada wartawan di TPU Karet Bivak
Fachrudin melanjutkan ceritanya. Setelah selesai mengantarkan pesanan customer dan hendak ke tujuan berikutnya, Affan justru terjebat di tengah massa di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat.
"Pas begitu dia keluar, itu sudah nggak bisa keluar lagi, terejebak. Bahkan dia sudah ke pinggir, gitu. Nah pas ibu-ibu dari dalam kena semprotan gas air mata, pada lari keluar, nah bereaksi lah," kata Fachrudin.
"Itulah ketabrak lah," ucap Fachrudin.
7 Polisi Ditahan
Divisi Propam Polri memeriksa tujuh anggota Brimob, dalam kasus kematian driver ojol Affan Kurniawan. Akun Instagram Divisi Propam Polri @divisipropampolri menayangkan secara langsung atau live proses pemeriksaan tujuh anggota yang berada dalam mobil rantis.
Identitas para pelaku adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y dan Baraka D.
Pantauan Liputan6.com, Jumat (29/8/2025), live di akun Instagram itu bertuliskan “Pemeriksaan Kode Etik Terhadap 7 Personel di Divpropam Polri”. Mereka mengenakan kaos hijau dengan kalimat punggung Titipan Divpropam Polri.
Sorot mata tujuh anggota itu tampak menunduk dan kosong, seolah fokus dengan pemeriksaan dengan suasana hati yang tidak keruan. Mereka berhadapan dengan empat orang berpakaian batik, yang memimpin pemeriksaan.
Sempat terdengar komunikasi dua arah dalam siaran langsung tersebut. Di sekelilingnya, petugas berseragam Propam Polri turut melakukan penjagaan dalam pemeriksaan itu.