Pemukim Israel Curi 300 Domba Milik Penggembala Tepi Barat Palestina

Mahkamah Internasional mengeluarkan opini penting yang menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 29 Agustus 2025, 16:05 WIB
Pria Palestina berkumpul di pasar domba di Kota Gaza. Umat Muslim merayakan Hari Raya Haji, yang menandai berakhirnya Ibadah haji di Mekah. (AFP/Mohammed Abed/wwn)

Liputan6.com, Gaza - Seorang penggembala Palestina diserang pemukim Israel dan kehilangan 300 ekor dombanya dalam sebuah insiden di desa Kafr Malik, sebelah timur Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, Kamis (29/8/2025).

Korban, Khaled Ghara, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sejumlah pemukim menyerangnya ketika ia sedang menggembalakan ternak. Ia mengalami memar dan luka lain hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

"Setelah memukuli saya, mereka membawa lari seluruh 300 domba saya," ujar Ghara, dikutip dari laman Anadolu Agency

Serangan pemukim Israel terhadap petani dan penggembala Palestina dilaporkan terus meningkat di Tepi Barat. Aksi tersebut kerap dilakukan untuk menekan warga agar meninggalkan tanah mereka.

Komisi Palestina Melawan Tembok dan Permukiman mencatat 1.201 serangan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal hanya dalam bulan Juli, termasuk 466 serangan langsung yang dilakukan pemukim.

Sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023, sedikitnya 1.016 warga Palestina tewas dan lebih dari 7.000 lainnya luka-luka di Tepi Barat akibat serangan pasukan Israel maupun pemukim, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.

Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional mengeluarkan opini penting yang menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai ilegal, serta menuntut evakuasi seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Infografis Nasib Warga Palestina Dijajah Paksa Israel. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya