RI dan Australia Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan 2+2 di Canberra

Kemitraan strategis apa yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 29 Agustus 2025, 08:54 WIB
Menlu RI Sugiono, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, dan Menlu Australia Penny Wong. (Dok. Kemlu RI)

Liputan6.com, Canberra - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono melakukan kunjungan kerja ke Canberra, Australia untuk menghadiri serangkaian pertemuan dalam rangka penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah pertemuan 2+2 bersama Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, serta Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.

Pertemuan 2+2 tersebut diselenggarakan di Gedung Parlemen Australia pada Kamis (28/8/2025) dan merupakan pertemuan kesembilan antar Menlu dan Menhan kedua negara sejak mekanisme ini pertama kali digagas pada tahun 2011. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai isu strategis yang mencakup kerja sama di bidang politik, pertahanan, dan keamanan, serta dinamika geostrategis di kawasan Pasifik dan Timur Tengah.

"Pertemuan 2+2 memiliki arti strategis bagi hubungan RI-Australia, khususnya pada sektor politik luar negeri dan pertahanan, serta upaya bersama dalam memelihara perdamaian dan stabilitas kawasan," ujar Menlu Sugiono pada pembukaan pertemuan.

Para menteri sepakat untuk menindaklanjuti hasil pembahasan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese dalam Annual Leaders’ Meeting yang dilaksanakan pada Mei lalu di Jakarta. Salah satu poin utama adalah penguatan kerja sama maritim melalui pembentukan Indonesia-Australia Maritime Dialogue serta pelaksanaan berbagai program Maritime Domain Awareness.

"Sebagai negara yang saling berbagi batas laut, Indonesia dan Australia perlu meningkatkan kerja sama maritim ke arah yang lebih jauh," tegas Menlu Sugiono.

Selain itu, peningkatan kerja sama dalam bidang pencegahan konflik di kawasan turut menjadi fokus pertemuan. Kedua negara sepakat membentuk Kemitraan Indonesia-Australia untuk Perdamaian dan Stabilitas sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas di kawasan.

 

Gaza Tak Luput dari Perhatian

Dalam konteks isu global, para menteri menyoroti perkembangan situasi di Timur Tengah, khususnya konflik kemanusiaan di Gaza. Mereka menyerukan kepada seluruh pihak agar menghentikan aksi kekerasan, melakukan gencatan senjata, dan memastikan kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan. Menlu Sugiono juga secara khusus menyambut baik keputusan Australia untuk mengakui Negara Palestina, yang rencananya akan diumumkan pada September dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Sebelum pertemuan 2+2, Menlu Sugiono telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Penny Wong. Pertemuan tersebut membahas implementasi Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif 2025–2029, termasuk kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi, pembangunan, hubungan antarmasyarakat, serta kemitraan dalam kerangka ASEAN dan kawasan Pasifik.

Mengakhiri rangkaian kunjungan, Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kehormatan kepada PM Albanese. Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat menyampaikan perkembangan positif hubungan bilateral kedua negara.

"Hubungan Indonesia dan Australia saat ini berada di titik yang sangat baik. Ini tidak lepas dari faktor kesamaan kepentingan kedua negara, upaya proaktif kedua pemerintahan, dan dukungan masyarakat di berbagai sektor kerja sama," imbuh Menlu Sugiono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya