Pria Ini Jadi Penjahat Seksual Paling Berbahaya di London, Korbannya Diduga 50 Wanita China

Polisi Metropolitan London membongkar kasus kejahatan seksual yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pelakunya ada Zhenhao Zou, yang diyakini telah memperkosa 50 wanita lebih di London dan China.

oleh Randy Ferdi FirdausDiperbarui 28 Agustus 2025, 11:55 WIB
Zhenhao Zou penjahat seksual paling berbahaya di london (Liputan6.com/BBC)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi Metropolitan London membongkar kasus kejahatan seksual yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pelakunya ada Zhenhao Zou, yang diyakini telah memperkosa 50 wanita lebih di London dan China. Dia ditangkap pada Januari 2024 lalu. Kasusnya telah diadili dan dihukum penjara seumur hidup.

Kasus ini bermula terbongkar dari pengakuan dua wanita yang menjadi korban kejahatan Zou. Pelaku dihukum karena membius dan memperkosa 10 perempuan, tiga di Inggris dan tujuh di China. Kejahatan dilakukan dalam periode September 2019 dan Mei 2023. Semua korban disebutkan adalah warga negara China.

Namun setelah persidangannya, para detektif menggambarkan Zou sebagai salah satu predator paling produktif di Inggris. Otoritas London mengatakan mereka khawatir Zou mungkin telah menyerang 50 perempuan lainnya.

Sejak persidangan Zou, 24 perempuan telah melapor kejahatannya baik di Inggris dan China.

Kronologi

isi chat wanita korban Zhou (Liputan6.com/BBC)

Perempuan pertama, sebut saja bernama Rachel, menceritakan, pertemuan dengan Zou pertama kali terjadi untuk minum-minum pada akhir Oktober 2022. 

Zou mengantarnya ke vila tepi laut di desa Zhupingsha, dekat kota Dongguan, China. Di mana Zou memberinya koktail wiski yang membuatnya sangat pusing hingga ia mengaku hampir tidak bisa bergerak. Setelah berbaring di lantai atas untuk memulihkan diri, Zou memperkosanya.

Catatan telepon dan pesan yang dibagikan kepada BBC mengungkapkan, Rachel mencoba menelepon seorang teman untuk meminta bantuan setelah kejadian. Tetapi Zou merebut ponselnya dan berbicara langsung dengan teman tersebut.

Zou baru mengembalikan ponsel Rachel keesokan sorenya. Dalam serangkaian pesan singkat di aplikasi WeChat, Rachel memberi tahu temannya bahwa dia masih di rumah Zou dan bertanya mengapa temannya tidak bisa menjemputnya.

Temannya menjelaskan, dia mendengar Rachel berteriak minta tolong di telepon, tetapi Zou tetap tidak mau mengungkap alamatnya. "Teman saya takut jika dia terus meminta, dia akan bertindak ekstrem dan menyakiti saya," kata Rachel kepada BBC. 

Dia mengatakan, Zou akhirnya mengantarnya pulang tepat sebelum pukul 14.00. "Pria itu memperlakukan saya seperti mainan," katanya.

Rachel mengatakan, dia tidak melaporkan pemerkosaan yang dialaminya kepada polisi di China karena takut tidak memiliki cukup bukti dan khawatir orang-orang akan mengetahuinya.

Tidak diketahui kandungan yang dimasukkan Zou ke minuman Rachel saat itu. 

Namun dalam penyelidikan, polisi menemukan zat bernama butanediol - yang diubah menjadi obat bius GHB saat apartemen Zou di London. 

Butanediol adalah zat yang diawasi di Inggris. Tetapi dapat dengan mudah dibeli tanpa resep di China untuk mengobati insomnia. Harganya pun murah, hanya USD 3 (sekitar Rp 48 ribu) per 500ml, menurut temuan BBC.

Zou juga telah berulang kali mencari informasi daring seputar obat tidur triazolam, yang merupakan zat terlarang di Inggris tetapi tersedia dengan resep di China.

Tangkapan layar pesan WeChat yang beredar di antara teman sekelas Zou, yang dilihat kepada BBC, menunjukkan Zou mulai mencari resep obat tidur di China pada Januari 2020.

Dia bertanya kepada seorang teman di sana apakah ia mengenal seseorang yang bisa meresepkan obat tidur tersebut dan dapat membelinya langsung.

Penjahat Paling Berbahaya

Korban kedua yang diserang pada hari yang sama di bulan Oktober 2022 setelah Rachel. Sebut saja Wanita D, karena identitasnya tidak diketahui oleh polisi Inggris saat Zou diadili. Namun, Zou dinyatakan bersalah karena memperkosanya dengan bukti video dari ponsel milik terdakwa. 

Wanita D menghubungi polisi Inggris tak lama setelah persidangan Zou berakhir pada Maret 2025, setelah mengetahui tentang hukuman Zou.

Melalui dokumen yang ditunjukkan di persidangannya, Zou bertemu Wanita D untuk berkencan hanya beberapa jam setelah ia mengantar Rachel pulang. 

Ia membius dan memperkosanya, sambil merekam hal tersebut. Wanita D mengatakan bahwa ia tidak dapat melarikan diri hingga pukul 04.00 keesokan harinya.

Rachel juga akhirnya memutuskan untuk melaporkan pengalamannya kepada Kepolisian Metropolitan London pada Maret 2025. Dengan bantuan penerjemah independen, ia mengirimkan pernyataan anonim melalui email.

Kepolisian Metropolitan London menegaskan, penyelidikan terhadap Zou terus berlanjut. Termasuk berkoordinasi dengan Crown Prosecution Service terkait potensi tuntutan lebih lanjut.

"Skala pelanggarannya yang mencakup dua benua menjadikannya salah satu pelaku kejahatan seksual paling berbahaya yang pernah diadili oleh Kepolisian Metropolitan London,” Inspektur Detektif Tariq Farooqi.

Apartemen Penuh Kamer Tersembunyi

Sejak vonis, mantan teman sekolah Zou di China telah mengungkapkan pelaku pernah bertanya tentang cara merakit kamera kecil. Hal ini  yang membantunya untuk menyimpan aksi kejahatan tersebut. 

Serangkaian pesan yang dibagikan kepada BBC menunjukkan Zou meminta saran kepada seorang teman tentang cara membuat kamera mini pada 21 Desember 2023. 

Dokumen yang diserahkan ke pengadilan selama persidangan Zou menunjukkan bahwa ia mencari kamera tersembunyi dan kamera alarm elektrik secara daring pada hari yang sama dan membeli peralatan pengawasan di e-Bay.

Zou kembali mengirim pesan kepada teman yang sama pada 17 Januari 2024. Ia ditangkap polisi tujuh hari kemudian.

Saat menggeledah apartemennya di London, polisi kemudian menemukan kamera mata-mata di dalam sebuah kotak bersama kartu memori yang berisi bukti video pemerkosaan yang dilakukannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya