Inter Milan Dijagokan Sebagai Salah Satu Kandidat Utama Juara Liga Champions 2025/2026

Dengan memori pahit kegagalan Simone Inzaghi di final musim lalu, Inter kini datang dengan semangat berbeda.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 27 Agustus 2025, 23:13 WIB
Penyerang Inter Milan asal Prancis #09 Marcus Thuram merayakan gol bersama penyerang Inter Milan asal Argentina #10 Lautaro Martinez (kanan) setelah mencetak gol keempat timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Inter Milan dan Torino di Stadion San Siro, Milan, pada 25 Agustus 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Inter Milan menarik perhatian di awal musim 2025/26. Performa gemilang di Serie A dan perubahan di kursi pelatih membuka harapan baru untuk meraih gelar Liga Champions.

Fabio Capello bahkan menganggap Nerazzurri sebagai salah satu kandidat utama juara. Keyakinan ini muncul usai melihat awal positif Cristian Chivu dalam debutnya sebagai pelatih Inter Milan.

Dengan memori pahit kegagalan Simone Inzaghi di final musim lalu, Inter kini datang dengan semangat berbeda. Chivu menghadirkan energi segar yang bisa menjadi modal penting di level Eropa.


Warisan Pahit dari Era Inzaghi

Senny Mayulu dari PSG merayakan gol kelimanya di final Champions League melawan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Simone Inzaghi meninggalkan jejak yang kontradiktif di Inter. Ia berhasil membawa klub dua kali ke final Liga Champions, tetapi gagal meraih trofi, termasuk kekalahan 0-5 dari PSG musim lalu.

Selain itu, kabar perjanjian diam-diam dengan Al Hilal sebelum final di Munich membuat hubungannya dengan fans tercoreng. Perpisahan itu menandai akhir era yang penuh pasang surut di San Siro.

Meski demikian, pengalaman itu memberi bekal berharga bagi para pemain. Inter kini lebih matang dalam menghadapi tekanan besar di Eropa.


Awal Baru Bersama Cristian Chivu

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam pertandingan Grup E Piala Dunia Antarklub antara Monterrey dan Inter Milan di Pasadena, California, Selasa, 17 Juni 2025. (AP Photo/Gregory Bull)

Kini, tongkat estafet diambil alih oleh Cristian Chivu. Laga perdananya di Serie A melawan Torino berakhir manis dengan kemenangan 5-0.

Kehadirannya langsung memberi nuansa berbeda di ruang ganti. “Kedatangan Chivu di bangku cadangan sudah memberi dampak. Ada suasana segar di Inter, dan itu terlihat di lapangan,” kata Capello kepada La Gazzetta dello Sport.

Atmosfer positif ini terlihat dari cara pemain senior maupun pendatang baru mengikuti instruksi pelatih. Semua menunjukkan kesiapan untuk menantang diri kembali di level tertinggi.


Keyakinan Capello pada Nerazzurri

Pemain Inter Milan merayakan gol yang dicetak oleh Alessandro Bastoni ke gawang Torino pada laga pekan perdana liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/8/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Capello menilai Inter punya modal kuat untuk berbicara banyak di Eropa. “Inter harus menyalurkan amarah dan kekecewaan dari final di Munich menjadi energi positif untuk upaya berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan kekuatan skuad yang semakin komplet. “Inter tidak kekurangan apa pun untuk bisa melangkah sampai akhir kali ini. Mereka punya struktur, mentalitas, dan pemain.”

Capello pun menyoroti dampak rekrutan anyar. “Saya memikirkan Sucic yang sudah menguasai San Siro di laga debut, juga Bonny yang langsung mencetak gol, dan Pio Esposito,” tuturnya.

Sumber: La Gazzetta dello Sport, Sempre Inter


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya