Kemacetan Mengintai, 2.500-3.000 Kendaraan Baru Setiap Hari Muncul di Jakarta

Dari jumlah itu, sekitar 10 persen merupakan kendaraan roda empat.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 27 Agustus 2025, 14:23 WIB
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuka data terkait pertumbuhan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta sepanjang tahun 2024. Tercatat, sepanjang tahun 2024 jumlah kendaraan di Jakarta melonjak 850.901 unit baru.

Hal itu diungkap oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin dalam apel kolaborasi pengendalian kemacetan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

"Bapak Wakil Gubernur, Polda Metro Jaya mencatat di akhir tahun 2024, pertumbuhan kendaraan dalam satu tahun tercatat 850.901 kendaraan," kata Komarudin.

Komarudin menjelaskan, jika dirata-rata, ada sekitar 2.500 sampai 3.000 kendaraan baru setiap hari yang mengaspal di Jakarta. Dari jumlah itu, sekitar 10 persen merupakan kendaraan roda empat.

"Kalau kita bagi juga 850.000, kita anggap 10% saja itu roda empat, berarti akan ada di kisaran angka 85.000," ucap Komarudin.

Dia menggambarkan bila dihitung panjang kendaraan 2 meter saja, maka 1 persen mobil baru sudah butuh lahan parkir sepanjang 16 kilometer. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jakarta. Terlebih, lonjakan kendaraan ini tidak diimbangi dengan tingkat kepatuhan berlalu lintas.

"Inilah gambaran kira-kira, kenapa setiap hari Jakarta akan semakin padat, yang tentunya pertumbuhan kendaraan yang tidak disertai dengan tingkat kepatuhan, ini hanya akan menambah permasalahan baru.

 

Mandala Quick Response

Karena itu, polisi bersama Dinas Perhubungan meluncurkan program Mandala Quick Response. Mandala singkatan dari membangun kesadaran berbudaya lalu lintas di jalan raya. Program ini mengandalkan 4.438 kamera pemantau yang tersebar di berbagai titik Jakarta.

Menurut evaluasi dua bulan terakhir, program ini sudah mulai terasa. Jika biasanya ruas Sudirman-Thamrin baru lancar sekitar pukul 21.30, kini bisa terurai lebih cepat, sekitar pukul 20.00–20.30.

"Dengan aplikasi ini kita menggerakkan lebih cepat. Artinya kita telah bisa mempercepat, mengurangi waktu antara 30 menit sampai dengan 1 jam di Jakarta ini bisa terurai," ujar dia.

 

Dilengkapi Dashcam

Tak hanya soal macet, sistem Mandala juga dipakai untuk memantau ambulans, mobil patroli, hingga derek Dishub. Setiap kendaraan dilengkapi kamera (dashcam) agar operator bisa menggerakkan armada terdekat saat darurat.

"Sehingga dalam setiap kegiatan ambulan, mungkin saat ini kalau misalnya Bapak lihat banyak ambulan-ambulan yang dikawal-kawal sipil, nah itu tidak dibenarkan. Maka nanti akan kita berikan akses jalur mana yang bisa dilintasi, sehingga para driver ambulan tidak lagi meraba-raba situasi Jakarta," ujar dia.

"Nanti akan diawaki oleh para operator, operator dari Kepolisian, operator Dinas Perhubungan, Satpol PP, sementara ini termasuk nanti teman-teman dari Pomdam juga akan bersama kami," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya