5 Manajer Liga Inggris yang Bisa Dipecat Sebelum Tahun Baru, Ruben Amorim Masih Jadi Sorotan

Liga Premier musim 2025/2026 baru dimulai, tapi tekanan pada beberapa manajer sudah terasa. Hasil buruk awal musim bisa membuat mereka segera berada di bawah sorotan.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 27 Agustus 2025, 14:17 WIB
Ruben Amorim pada laga MU vs Arsenal pada pekan ke-1 Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Minggu (17/8) malam WIB - AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta Liga Premier musim 2025/2026 baru dimulai, tapi tekanan pada beberapa manajer sudah terasa. Hasil buruk awal musim bisa membuat mereka segera berada di bawah sorotan.

Ruben Amorim di Manchester United telah merasakan tekanan setelah performa tim yang mengecewakan. Nasibnya kini menjadi sorotan utama bagi pengamat sepak bola Inggris.

Sementara itu, beberapa manajer klub papan tengah menghadapi risiko serupa jika tidak mampu membalikkan tren negatif. Setiap pertandingan bisa menjadi penentu masa depan mereka.

Media dan dewan direksi klub terus memantau perkembangan tim. Keputusan untuk memecat manajer sering datang cepat jika target kemenangan tidak tercapai.

Berikut lima manajer yang paling mungkin kehilangan kursi mereka sebelum 2026 tiba. Nama-nama ini harus bekerja ekstra keras untuk bertahan di posisinya.


1. Ruben Amorim (Manchester United)

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim memberikan tepuk tangan setelah timnya kalah dari West Ham United dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Ruben Amorim memulai musim 2025/2026 dengan tekanan besar di Manchester United. Musim lalu, MU menorehkan catatan terburuk mereka dengan finis di posisi ke-15.

Meski mendapatkan dukungan dari pemilik klub dan kedatangan pemain baru seperti Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko, tekanan terhadap Amorim terus meningkat. Situasi semakin rumit setelah manajer asal Portugal itu menawarkan diri untuk mundur tanpa kompensasi.

MU gagal meraih kemenangan dalam dua laga awal Liga Inggris, kalah dari Arsenal dan imbang melawan Fulham. Beberapa pihak menilai Amorim bisa menjadi kandidat kuat yang dipecat, meski dukungan manajemen bisa membuatnya tetap bertahan.


2. Scott Parker (Burnley)

Scott Parker. Pelatih asal Inggris berusia 41 tahun ini dipecat Bournemouth pada 30 Agustus 2022 setelah menukangi klub sejak awal musim 2021/2022. Legenda Fulham ini dipecat usai Bournemouth menderita kekalahan telak 0-9 dari tuan rumah Liverpool pada pekan ke-4 Liga Inggris 2022/2023 (27/8/2022). Dari total 4 laga di Liga Inggris musim ini, Bournemouth dibawanya meraih 1 kali kemenangan dan 3 kali kalah. (AFP/Oli Scarff)

Scott Parker kini memimpin Burnley setelah klub promosi ke Premier League musim lalu. Ia memperkuat lini pertahanan setelah kepergian Vincent Kompany, namun kehilangan kiper James Trafford menjadi tantangan besar.

Manajer asal Inggris ini harus membuktikan bahwa timnya mampu bersaing di level tertinggi liga. Awal musim yang sulit menjadi ujian nyata bagi strategi pertahanan ketat yang diusungnya.

Kemenangan atas Sunderland menjadi bukti bahwa Parker masih bisa meraih hasil positif. Namun menghadapi tim papan atas Premier League akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Burnley.


3. Keith Andrews (Brentford)

Pelatih Brentford Keith Andrews beserta para pemainnya memberi aplaus kepada suporter usai pertandingan Liga Inggris melawan Nottingham Forest di City Ground, Nottingham, Inggris, Minggu (17 Agustus 2025). (Bradley Collyer/PA via AP)   

Keith Andrews naik pangkat dari pelatih set-piece menjadi manajer kepala Brentford musim ini. Kiprahnya akan penuh tantangan setelah Thomas Frank pergi ke Tottenham.

Lanjut Baca:

Selain itu, Brentford kehilangan pemain kunci seperti Bryan Mbeumo dan Christian Norgaard. Hal ini membuat tugas menjaga performa musim lalu semakin berat bagi Andrews. Kemenangan atas Aston Villa bisa memberi waktu bernapas bagi sang pelatih. Setidaknya, hasil itu menunda isu pemecatan hingga jeda internasional pertama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya