Bahaya Mengintai Bila Campak Diabaikan: Komplikasi hingga Kematian

Praktisi kesehatan, Ngabila Salama, mengatakan umumnya wabah campak dampak dari cakupan imunisasi di suatu wilayah tidak tinggi, merata, bermutu.

oleh Lia HarahapDiperbarui 27 Agustus 2025, 12:33 WIB
Virus campak seperti dipaparkan Prof Hartono (Tangkapan Layar Youtube Kemenkes)

Liputan6.com, Jakarta Kasus campak meningkat di beberapa daerah. Tak sekadar demam dan ruam merah, ternyata campak juga bisa menyebabkan komplikasi yang mematikan.

Praktisi kesehatan yang juga dokter di RSUD Tamansari Jakbar, Ngabila Salama, mengatakan umumnya wabah campak dampak dari cakupan imunisasi di suatu wilayah tidak tinggi, merata, bermutu.

"Tidak vaksin campak sama sekali, tidak vaksin campak lengkap saat bayi, balita, SD, gizi kurang atau buruk, lingkungan sanitasi rumah tidak bersih, ventilasi udara dan cahaya buruk," katanya saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (27/8/2025).

Pneumonia hingga Diare Berat

Perawat dibantu kader Posyandu memberikan vaksin campak, vaksin pentabio berisi vaksin DPT, Hepatitis B dan Haemophilus Influenzae dan Imunisasi Polio terhadap anak di RW 09, Kelurahan Pondok Benda, Tangerang Selatan, Senin (14/12/2020). (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Jika seorang anak menderita campak tetapi tidak segera ditangani, bisa menyebabkan kondisi yang lebih serius seperti komplikasi. Bahkan, lebih bahaya dari itu, juga bisa menyebabkan kematian.

"Anak bisa meninggal karena campak bukan hanya karena virusnya saja, tapi terutama karena komplikasi yang muncul," katanya.

Ada pun penyakit komplikasi yang berpotensi muncul dampak dari kemunculan campak seperti Pneumonia. Pada kasus ini, penyebab utama kematian pada anak penderita campak, baik karena virus campak itu sendiri atau infeksi bakteri sekunder.

Tak hanya itu, campak yang tidak segera diobati juga bisa menyebabkan anak tersebut diare berat dan dehidrasi.

"Anak dengan gizi kurang lebih cepat jatuh ke kondisi syok akibat dehidrasi," ujarnya.

Peradangan Otak hingga Malnutrisi

Petugas Puskesmas memberikan imunisasi campak kepada siswa kelas I saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Serua 3, Ciputat, Tangsel, Selasa (1/9/2020). Kegiatan itu untuk memberikan kekebalan terhadap siswa dari penyakit campak, difteri dan tetanus. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Pada kondisi lainnya, campak juga bisa menyebabkan kondisi ensefalitis. Di mana terjadi peradangan otak yang muncul mendadak, hingga menimbulkan kejang, koma, bahkan kematian.

Dampak campak lainnya yakni membuat penderitanya mengalami malnutrisi akut.

"Campak memperparah gizi buruk karena menurunnya nafsu makan, gangguan penyerapan, dan peningkatan kebutuhan metabolik," ujarnya.

46 Daerah KLB Campak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, sebanyak 46 wilayah di Indonesia mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak. Kejadian ini dipicu cakupan imunisasi campak yang tidak merata dan optimal.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prima Yosephine mengatakan, dalam tiga tahun terakhir cakupan imunisasi campak menurun.

Berikut daftar wilayah yang mengalami KLB campak di Indonesia:

Pulau Jawa

DKI Jakarta

1. Jakarta Barat

2. Jakarta Utara

Jawa Barat

1. Garut

2. Cirebon

Jawa Tengah

1. Banyumas

2. Kota Surakarta

Banten

1. Serang

2. Kota Tangsel

3. Kota Tangerang

4. Kota Tangerang

5. Tangerang

Jawa Timur

1. Sumenep

2. Pamekasan

3. Sampang

4. Bangkalan

5. Kota Surabaya

6. Jember

7. Sidoarjo

8. Lumajang

9. Probolinggo

DI Yogyakarta

1. Sleman

Bali dan Sumatera

Bali

1. Karangasem

Sumatera Utara

1. Kota Medan

2. Deli serdang

3. Tapanuli Selatan

4. Kota Tebing Tinggi

5. Padang Lawas

6. Dairi

7. Samosir

8. Tapanuli Tengah

9. Mandailing Natal

10. Kota Pematang Siantar

11. Padang Lawas Utara

Sumatera Barat

1. Agam

2. Agam

3. Agam

4. Sijunjung

Gorontalo, Kalimantan, dan Sulawesi

Gorontalo

1. Boalemo

2. Pahuwato

3. Kota Gorontalo

Kalimantan Timur

1. Kota Balikpapan

2. Kota Bontang

Kalimantan Utara

1. Nunukan

2. Nunukan

Sulawesi Tengah

1. Tojo Una Una

Sulawesi Selatan

1. Maros

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya