27 Agustus 1979: Sepupu Ratu Elizabeth II Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Irlandia

Apa tujuan tujuan dari aksi pengeboman yang diluncurkan oleh kelompok bersenjata Irlandia?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 27 Agustus 2025, 06:00 WIB
Raja Charles III, Permaisuri Camilla, dan anggota keluarga Kerajaan Inggris lainnya mengikuti peti mati Ratu Elizabeth II saat dibawa ke Westminster Abbey untuk dimakamkan, London, Inggris, Senin (19/9/2022). Jenazah Ratu Elizabeth II yang telah memimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun tersebut tidak akan dikubur di tanah, seperti pemakaman pada umumnya. (Gareth Cattermole/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Dublin - Bom di Irlandia merengut nyawa keluarga bangsawan Inggris. Sepupu Ratu Elizabeth II, Lord Louis Mountbatten, meninggal usai kapal yang ia tumpangi meledak.

Ledakan itu juga merenggut nyawa cucu kembarnya yang masih berusia 14 tahun, Nicholas, serta Paul Maxwell, 15 tahun, seorang warga lokal yang bekerja sebagai karyawan kapal.

Hanya beberapa jam setelah tragedi tersebut, serangan lain terjadi. Sebanyak 18 tentara tewas akibat jebakan bom ganda di Warrenpoint, dekat perbatasan dengan Republik Irlandia, dilansir dari BBC, Rabu (27/8/2025)

Kelompok bersenjata Irish Republican Army (IRA), telah mengakui bahwa serangan ini diluncurkan oleh mereka.

"Serangan ini adalah salah satu cara yang bisa kami gunakan untuk menarik perhatian rakyat Inggris terhadap pendudukan yang terus berlangsung di negara kami," tulis IRA dalam pernyataanya.

Lord Mountbatten yang saat itu berusia 79 tahun memang rutin menghabiskan liburan musim panas bersama keluarganya di kastil miliknya di County Sligo, barat laut Irlandia.

Kronologi Jelasnya

Ilustrasi kapal layar. (Foto:wirestock/freepik)

Pada pagi sial itu, ia dan rombongan naik ke perahu kesayangannya, Shadow V, dari desa nelayan Mullaghmore.

Baru saja berlayar sekitar pukul 11.30 waktu setempat, dan bom yang dipasang meledak saat itu juga.

Salah satu saksi mata mengatakan, ledakan itu membuat perahu hancur dan tujuh orang terpental.

Beberapa nelayan yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha menolong.

Lord Mountbatten berhasil ditarik dari laut, tetapi kakinya hampir putus karena ledakan dan ia meninggal tak lama kemudian.

Beberapa korban lain berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun setidaknya satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar soal pengamanan keluarga bangsawan tersebut.

Lord Mountbatten sendiri diketahui tidak pernah memiliki pengawal pribadi.

Polisi setempat memang menjaga istana miliknya selama sebulan penuh setiap kali ia datang, tetapi perahu pribadinya dibiarkan tanpa pengawasan di dermaga umum Mullaghmore.

Lokasi desa itu juga hanya berjarak kurang lebih 19 kilometer dari perbatasan Irlandia Utara, wilayah yang sering dijadikan markas IRA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya