Liputan6.com, Jakarta - AS Roma menunjukkan aktivitas signifikan di bursa transfer musim panas 2025 dengan mendatangkan tujuh pemain baru. Langkah ini menegaskan ambisi klub untuk memperkuat skuad menghadapi kompetisi musim depan.
Di antara rekrutan anyar tersebut, nama Wesley menjadi sorotan utama. Bek kanan asal Brasil ini didatangkan dari Flamengo dengan nilai transfer fantastis, mencapai 25 juta euro atau setara Rp474 miliar.
Advertisement
Pembelian Wesley bukan kali pertama bagi AS Roma dalam memboyong pemain Brasil langsung dari klub di negara asalnya. Sejarah mencatat bahwa strategi transfer semacam ini seringkali berbuah manis, menghasilkan sejumlah bintang yang bersinar di klub ibu kota Italia tersebut.
Cafu, Legenda Abadi AS Roma
Cafu, bek kanan legendaris asal Brasil, tiba di AS Roma pada tahun 1997 setelah direkrut dari Palmeiras. Ia segera menjadi pilar utama tim dan membela Giallorossi selama enam tahun hingga 2003, selalu menjadi andalan di lini pertahanan.
Selama periode tersebut, Cafu mencatatkan total 218 pertandingan di semua kompetisi bersama AS Roma. Meskipun hanya berhasil meraih satu trofi, yaitu Scudetto musim 2000/2001, gelar ini memiliki makna yang sangat besar. Ini merupakan Scudetto pertama bagi AS Roma setelah penantian panjang selama 18 tahun, menjadikannya momen ikonik dalam sejarah klub.
Meski kemudian menghabiskan lima musim terakhir kariernya di AC Milan dan meraih lebih banyak trofi di sana, pencapaian Cafu bersama AS Roma tetap dianggap lebih legendaris. Kontribusinya dalam meraih Scudetto yang bersejarah itu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain Brasil paling sukses di AS Roma.
Julio Sergio, Penjaga Gawang yang Hampir Sempurna
Julio Sergio, seorang kiper asal Brasil, bergabung dengan AS Roma pada tahun 2006 dari klub America-SP. Ia baru mendapatkan kesempatan menjadi kiper inti pada musim 2009/2010, namun langsung memberikan dampak signifikan bagi tim.
Pada musim tersebut, Julio Sergio berhasil membawa AS Roma memuncaki klasemen Serie A hingga pekan ke-34. Sayangnya, impian meraih Scudetto pupus setelah AS Roma kalah pada laga pekan ke-35 dan posisinya disalip oleh Inter Milan. Meskipun Giallorossi memenangkan tiga laga terakhir, mereka gagal kembali ke puncak klasemen.