Review Film Dracula: A Love Tale, Obsesi Cinta 400 Tahun Sang Pangeran Vampir

Diadaptasi dari novel klasik milik Bram Stoker, Dracula: A Love Tale dengan sutradara asal Prancis Luc Besson akan menyajikan penceritaan yang lebih melankolis dan tragis.

oleh Vindy ThereciaDiterbitkan 26 Agustus 2025, 09:00 WIB
Film Dracula: A Love Tale akan tayang pada 29 Agustus 2025 di bioskop Indonesia (Foto: dok. Luc Besson Production/EuropaCorp)

Liputan6.com, Jakarta - Dracula: A Love Tale akan segera tayang di bioskop Indonesia pada 29 Agustus 2025. Diadaptasi dari novel klasik milik Bram Stoker, film romansa cinta pangeran vampir ini dikemas ulang sutradara asal Prancis Luc Besson menjadi lebih dramatis. 

Menceritakan Pangeran Vlad II Dracula (Caleb Landry Jones) yang merasa sakit hati mendalam kepada Tuhan akibat istrinya meninggal di tengah perang. Kematian sang pujaan hati, Elisabeta (Zoe Bleu) membuat Dracula membangkang kepada Tuhan dan membenci-Nya seumur hidup.

Akibatnya, Dracula menjadi makhluk abadi. Ia tidak bisa mati. Hanya bisa menambah energi dengan minum darah segar manusia. Dracula hidup bertahun-tahun hingga berabad-abad dengan tetap percaya bahwa jiwa dan hati murni akan membuat kekasihnya bereinkarnasi lalu kembali ke pelukannya.

Inilah review film Dracula: A Love Tale. Film ini menyajikan perjalanan hidup tragis pangeran pengisap darah yang melakukan segala cara untuk mendapatkan kembali sang kekasih, meski dengan mengubah semua orang menjadi vampir.


Alur Penceritaan yang Mengalir

Film Dracula: A Love Tale akan tayang pada 29 Agustus 2025 di bioskop Indonesia (Foto: dok. Luc Besson Production/EuropaCorp)

Secara alur, Dracula: A Love Tale mudah diikuti dan tidak bikin bingung sama sekali. Dimulai dengan masa lalu Dracula dan pasangannya yang penuh cinta dan gairah satu sama lain hingga bagaimana putus asanya seorang pangeran kegelapan untuk mendapatkan kembali sang belahan jiwa. 

Dendam Dracula terasa kuat sekaligus lemah, tergambar bagaimana dirinya harus bertahan berabad-abad mencari cara untuk kembali ke pelukan kekasih. Penceritaannya tidak terburu-buru, cukup jelas untuk mengerti benang merah satu adegan dengan yang lainnya. 

Meski begitu, terlalu banyak repetisi untuk membangun cerita yang solid. Meskipun secara alur baik, tetapi storytelling juga terasa sedikit datar. Untungnya, akting para aktor meyakinkan. 


Tidak Ada Aura Pengisap Darah yang Menakutkan

Film Dracula: A Love Tale akan tayang pada 29 Agustus 2025 di bioskop Indonesia (Foto: dok. Luc Besson Production/EuropaCorp)

Luc Besson memberi pendekatan berbeda dalam mengemas Dracula: A Love Tale. Sesuai judulnya, Dracula: A Love Tale tak memberikan kesan dan aura menakutkan. Penekananannya bukan membangkitkan kesan ngeri di benak penonton.

Dracula: A Love Tale lebih dominan ke genre romantis dibalut kisah tragis. Karakter pangeran vampir seolah dilemahkan oleh cinta. Tidak ada taring yang membuat bulu kuduk penonton merinding.

Lanjut Baca:

Caleb Landry Jones sukses memenuhi visi sang sutradara. Ia menampilkan citra Dracula yang mengekspresikan rasa sedih, patah hati, amarah, juga dendam. Semua emosi menjadi satu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya