Liputan6.com, Jakarta - Mobil yang tiba-tiba tersendat atau kehilangan tenaga saat pedal gas diinjak dikenal dengan istilah brebet. Kondisi ini tentu membuat panik, apalagi jika terjadi di tengah perjalanan.
Namun, sebelum membawa mobil ke bengkel, penting untuk mengetahui penyebabnya agar penanganan bisa lebih tepat.
Advertisement
Dilansir dari laman resmi Suzuki, Selasa (26/8/2025), berikut beberapa faktor umum yang membuat mobil brebet beserta solusinya.
1. Kualitas Bahan Bakar Buruk
Penggunaan bensin dengan angka oktan di bawah rekomendasi pabrikan membuat proses pembakaran tidak sempurna. Akibatnya, tenaga mesin berkurang dan mobil terasa brebet.
Solusinya, gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan hindari pengisian di SPBU dengan kualitas meragukan.
2. Filter Udara Kotor
Filter udara yang kotor atau tersumbat akan menghambat aliran udara ke ruang pembakaran. Hal ini menyebabkan campuran bahan bakar dan udara tidak ideal.
Bersihkan filter udara setiap 10.000 km dan lakukan penggantian pada interval 20.000–40.000 km sesuai rekomendasi pabrikan.
3. Injektor Tersumbat
Kerak dan kotoran dari bahan bakar dapat menyumbat lubang injektor sehingga semprotan bensin tidak merata. Kondisi ini mengakibatkan pembakaran tidak sempurna.
Bersihkan injektor menggunakan cairan khusus atau lakukan injector cleaning di bengkel setiap 20.000–30.000 km.
5. Sensor Mesin Error
Mobil modern dilengkapi berbagai sensor, seperti oksigen (O2), MAF, dan TPS. Jika salah satunya bermasalah, ECU menerima data yang keliru sehingga mesin tidak bekerja normal. Lakukan pemeriksaan dengan scanner OBD, lalu ganti sensor yang rusak.
6. Knalpot atau Katalisator Tersumbat
Penumpukan karbon pada sistem pembuangan dapat menghambat aliran gas buang. Akibatnya, tekanan balik meningkat dan performa mesin menurun.
Periksa knalpot secara berkala dan hindari bahan bakar oplosan yang mempercepat timbulnya kerak karbon.
7. Idle Speed Control Bermasalah
Idle Speed Control (ISC) yang kotor atau rusak membuat putaran mesin tidak stabil. Kondisi ini menyebabkan mobil brebet saat berpindah dari posisi diam ke akselerasi. Solusinya, lakukan pembersihan ISC bersamaan dengan throttle body.
8. Aki dan Sistem Kelistrikan Lemah
Aki yang lemah akan menyebabkan tegangan listrik tidak stabil. Hal ini mengganggu kinerja sistem pengapian dan ECU.
Periksa voltase aki secara berkala, bersihkan terminal dari korosi, dan ganti jika performanya sudah menurun.
9. Sistem Bahan Bakar Bermasalah
Selain injektor, fuel pump dan fuel filter juga berperan penting dalam suplai bahan bakar. Jika salah satunya melemah atau tersumbat, tekanan bahan bakar turun dan mesin bisa brebet.
Lakukan pemeriksaan di bengkel dan ganti komponen yang rusak.
Tips Mencegah Mobil Brebet
- Gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin.
- Servis berkala termasuk pengecekan injektor, busi, dan sensor.
- Ganti filter udara dan filter bahan bakar tepat waktu.
- Bersihkan throttle body dan injektor secara rutin.
- Jangan menunda penggantian oli mesin dan filternya.
Gejala mobil brebet bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari kualitas bahan bakar hingga sistem kelistrikan. Masalah ini dapat dicegah dengan perawatan rutin dan penggunaan komponen sesuai rekomendasi pabrikan.
Jika setelah pengecekan mobil tetap brebet, segera bawa ke bengkel resmi agar penanganannya lebih akurat dan aman.