Baru Beli Mobil, Pria di China Tabrak Maserati dan Gagal Klaim Asuransi

Bagaimana nasib pria di China yang menabrak mobil Maserati pada hari pertama pembelian mobil barunya?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 26 Agustus 2025, 21:31 WIB
Ilustrasi ban Mobil Credit: pexels.com/Julian

Liputan6.com, Beijing - Kisah sorang pria di China timur viral karena nasib malangnya, menabrak mobil mewah di hari yang sama saat ia membeli mobil bekas miliknya. Ia kini menghadapi tagihan perbaikan lebih dari 100.000 yuan (Rp227 juta) untuk kedua kendaraan tersebut.

Namun, pihak asuransi menolak menanggung kerugian itu dengan alasan polis baru akan aktif tujuh menit setelah kecelakaan terjadi, dilansir dari SCMP, Selasa (26/8/2025).

Kronologi Kejadian

Menurut Zhejiang Television, pria bermarga Ma dari kota Taizhou, provinsi Zhejiang, baru saja membeli mobil bekas dengan pinjaman 115.000 yuan (Rp261 juta). Pada 4 Agustus, ia mengambil mobilnya dari showroom dan membayar asuransi komersial senilai 3.995 yuan (Rp9 juta).

Beberapa jam kemudian, Ma menabrak sebuah Maserati SUV senilai 1,1 juta yuan (Rp2,5 miliar). Tidak ada korban luka, tetapi polisi menyatakan Ma bersalah dalam kecelakaan itu.

Foto yang beredar menunjukkan bagian depan mobil Ma rusak parah, sementara bagian belakang Maserati hanya mengalami penyok dan goresan.

Biaya Perbaikan dan Klaim Asuransi

Ilustrasi debat, diskusi. (Photo created by katemangostar on www.freepik.com)

Ma memperkirakan biaya perbaikan Maserati mencapai 60.000 yuan (Rp135 juta), sedangkan mobilnya sendiri sekitar 40.000 yuan (Rp90 juta).

Ia langsung mengajukan klaim, tetapi ditolak. Perusahaan asuransi menyebut kecelakaan terjadi pukul 18.53, sedangkan polis baru berlaku pukul 19.00.

Ma mengaku diminta menanggung seluruh biaya perbaikan, yang membuatnya tertekan secara finansial.

 

Respons dan Perdebatan

Ilustrasi Mobil (Sumber: Pixabay)

Seorang manajer showroom mobil bekas bernama Lin menegaskan kendaraan Ma telah memenuhi syarat legal untuk dikendarai.

"Dia seharusnya memeriksa syarat asuransi dengan lebih teliti," ujar Lin.

Pihak asuransi mengakui seharusnya mereka mengingatkan Ma untuk tidak mengendarai mobil sebelum polis aktif. "Kami bisa membantu sebisanya setelah mengetahui kesulitan keuangannya," kata staf perusahaan.

Namun, Ma bersikeras ia sudah berkali-kali memastikan kepada penjual bahwa polis akan langsung aktif setelah pembayaran. Saat ini, ia masih bernegosiasi dengan pihak asuransi, dengan mediasi dari Pusat Perlindungan Hak Konsumen setempat.

Insiden ini memicu perdebatan luas di media sosial Tiongkok.

"Ma adalah pengemudi ceroboh, dealer dan asuransi juga gagal mengingatkan dengan benar," tulis seorang warganet.

"Satu-satunya pihak yang benar-benar tak bersalah adalah pemilik Maserati," tulis warganet lain.

Kasus SerupaNovember lalu, seorang pemilik Rolls-Royce di provinsi Guangdong menolak menerima ganti rugi setelah mobilnya ditabrak truk. Ia menyebut insiden itu sebagai "berkah" dan percaya bahwa "perbuatan baik akan dibalas kebaikan", sikap yang kemudian menuai pujian di seluruh negeri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya