Mata Juling atau Strabismus Bisa Dialami Anak hingga Dewasa, Ini Penyebabnya

Ini kondisi disabilitas yang bisa jadi penyebab mata juling.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 25 Agustus 2025, 11:46 WIB
Down Syndrome dan Cerebral Palsy Masuk Daftar Penyebab Mata Juling alias Strabismus. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta Kondisi disabilitas seperti Down syndrome dan Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak termasuk dalam daftar penyebab mata juling alias strabismus.

Hal ini disampaikan dokter spesialis mata Ruth Nindyasari Budiningtyas dari RS EMC Pekayon. Menurutnya, beberapa penyebab mata juling termasuk:

  • Riwayat keluarga.
  • Mengalami astigmatisme (masalah lengkung lensa mata).
  • Mengalami rabun jauh atau dekat.
  • Menyandang Down syndrome.
  • Menyandang cerebral palsy.
  • Terlahir prematur.
  • Mengalami infeksi.

Sementara, risiko strabismus pada orang dewasa dapat dipengaruhi oleh sejumlah penyebab yang mendasarinya, termasuk:

  • Mengidap graves, penyakit autoimun.
  • Mengalami stroke atau tumor otak.
  • Mengidap diabetes.
  • Mengalami cedera di kepala atau mata.
  • Mengidap amblyopia atau mata malas.

Mata juling atau strabismus adalah kondisi ketika kedua bola mata tidak bergerak searah akibat gangguan koordinasi otot mata.

Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan sekaligus menimbulkan komplikasi lain seperti amblyopia atau mata malas serta menurunkan kualitas hidup pasiennya.

Strabismus terjadi saat otot-otot yang menggerakkan bola mata tidak bekerja secara seimbang, menyebabkan arah pandang kedua mata menjadi berbeda. Ketidakseimbangan ini bisa dipengaruhi oleh gangguan pada otot, saraf, atau otak yang mengontrol gerakan mata,” kata Ruth mengtuip laman EMC, Senin (25/8/2025).

Gejala Mata Juling dan 4 Jenisnya

Ruth menambahkan, ada beberapa gejala yang merujuk pada mata juling, yakni:

  • Penglihatan ganda.
  • Mata terlihat tidak sejajar.
  • Memiringkan kepala untuk melihat.
  • Mata tidak melihat objek yang sama.
  • Mengandalkan satu mata saja saat mencoba melihat sesuatu dari jarak dekat.
  • Sering berkedip atau menyipitkan mata.
  • Sulit dan merasa lelah saat membaca.
  • Mata tegang.
  • Sakit kepala.

4 Jenis Mata Juling

Mata juling atau strabismus, memiliki beberapa jenis sesuai kondisi arah bola mata pengidapnya, meliputi:

Esotropia

Dalam kondisi ini, satu atau kedua bola mata tampak berputar ke dalam, mendekati hidung. Hal ini bisa terjadi pada satu mata atau keduanya sekaligus. Jenis ini biasa dialami oleh bayi dan anak-anak.

Eksotropia

Orang dengan mata juling jenis eksotropia mengalami kondisi mata yang tidak sejajar, sehingga satu mata atau keduanya bergerak ke luar atau mengarah ke telinga. Kondisi ini bisa terjadi pada segala usia, termasuk anak-anak dan dewasa.

Hipertropia

Gangguan ini muncul ketika posisi salah satu mata lebih tinggi dibanding mata yang satunya. Hal ini dapat terjadi karena adanya masalah pada otot mata vertikal, seperti otot oblique inferior atau rectus superior.

Hipotropia

Orang dengan mata juling jenis hypotropia mengalami ketidaksejajaran posisi mata, di mana satu mata mengarah ke bawah. Kondisi ini bisa bersifat konstan atau intermiten, dan sering kali terkait dengan gangguan otot mata atau penyakit neurologis.

 

Bagaimana Penanganan Mata Juling?

Ada beberapa cara yang disarankan oleh Ruth dalam menangani kondisi strabismus atau mata juling, yaitu:

Terapi Oklusi (Menutup mata yang sehat)

Terapi ini dilakukan untuk melatih otot mata dan koordinasi antara kedua mata. Penanganan ini biasanya disarankan kepada pengidap eksotropia dan esotropia yang ringan, dengan rentang waktu selama beberapa minggu sampai bulan.

Memakai Kacamata

Cara selanjutnya adalah dengan memakai kacamata, yang dilakukan untuk membantu mata pengidap strabismus lebih fokus kepada sebuah objek.

Botox

Dokter juga dapat menyarankan untuk melakukan penyuntikkan botox ke otot mata yang juling atau strabismus. Prosedur ini dapat membantu meluruskan posisi bola mata secara sementara atau permanen, tergantung kondisi tubuh.

Tindakan Operasi

Prosedur operasi juga bisa disarankan kepada orang dengan mata juling atau strabismus. Prosedur ini bertujuan mengatur kembali otot mata agar pergerakannya menjadi normal.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya