Liputan6.com, Jakarta Bagi Febby Rastanty, olahraga lari bukan untuk gaya-gayaan. Olahraga adalah kebutuhan dan lari membuatnya bahagia. Bintang sinetron SCTV Cinta di Bawah Tangan mengatakan, kenal lari sejak lama dan mulai serius menekuninya pada awal 2025.
Di sela syuting, bikin konten, dan pekerjaan lainnya, Febby Rastanty selalu meluangkan waktu untuk berolahraga lari. Ini adalah komitmen terhadap diri sendiri. Dengan lari, hormon kebahagiaan mekar dan itu membuat Febby Rastanty nyaman.
Advertisement
“Sebenarnya dari dulu suka olahraga lari tapi mulai secara benar dan profesional itu awal tahun 2023. Bikin happy pasti, kalau bikin cepat langsing tergantung. Kalau habis lari, makan mi ayam dua porsi tetap saja susah kurus,” katanya.
Berbincang dengan Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan pekan ini, Febby Rastanty menindaklanjuti keseriusan dalam berlari dengan mengikuti sejumlah kompetisi atau race dari half marathon hingga full marathon.
2 Jam 4 Menit
“Aku memang ikut maraton. Lima kali ikut maraton, jadi rekor terjauhnya 42 km. Target yang ingin dicapai sekarang, melebihi rekor yang aku pegang. Maksudnya, my personal best-nya berapa di half marathon. Semoga bisa melebihi,” Febby Rastanty menyambung.
Rekor pribadinya untuk kategori half marathon adalah 2 jam dan 4 menit. Untuk maraton, Febby Rastanty telah berkelana ke banyak negara. Salah satu yang paling menantang sekaligus susah saat menaklukkan maraton di London, Inggris.
Dari 25 Sampai 42 Km
Febby Rastanty mengaku salah strategi. Pada 25 km pertama, ia ngegas hingga daya tahan tubuh melorot saat memasuki kilometer 26 hingga garis finish. Salah strategi ini berdampak buruk. Kaki pegal dan perut Febby Rastanty kram.
“Dari 25 sampai 42 km itu komat-kamit berdoa sambil pegang-pegang kaki. Ya Allah, kapan selesainya. Race-nya jadi enggak nyaman lagi karena tidak bisa menikmati perjalanan. Yang penting cepat selesai, itu enggak nyaman banget,” kenang Febby Rastanty.
Berkaca pada pengalaman di Inggris, Feby Rastanty mulai mengatur strategi sebelum melintas baik di half maupun full marathon. Targetnya tahun ini menuntaskan World Marathon Majors. Lima medali telah dibawa pulang Febby Rastanty.
“Mimpi aku dapat 6 medali sebelum 30 tahun. Terakhir yang belum New York. World majors aku sudah dapat 5 medali, tinggal New York. Pertama, Tokyo. Kedua, Chicago. Ketiga, London. Keempat, Berlin, Jerman. Kelima, kemarin Boston,” urainya.
Konsep Race Village
Febby Rastanty menyampaikan ini usai jadi bintang tamu konferensi pers Crystalin Run Xperience 2025. Semangat kompetisi dan cinta lari membuatnya turut serta dalam Crystalin Run Xperience 2025 yang akan digelar di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, 12 Oktober 2025.
Melansir dari Kapanlagi.com, Sabtu (23/8/2025), acara tahun ini mengusung konsep Race Village yang berlokasi di dalam mal sehingga menyuguhkan pengalaman berbeda bagi para pelari. Kategori yang dilombakan mulai 2,5km, 5km, 10km, dan 21km.
“Jika tahun lalu runners berlari mengelilingi miniatur nusantara, maka tahun ini setelah berlari, runners akan finish di Lippo Mall Nusantara. Runners juga akan disuguhkan beragam hiburan, dan hadiah,” ucap Marketing Director Crystalin, Wijoyo Setionegoro.