4 Fakta Menarik Usai Chelsea Kalahkan West Ham 5-1 di Premier League: The Blues Penguasa di Derbi London

Bermain di markas West Ham United, London Stadium, Sabtu (23/8) dini hari WIB, Chelsea menang telak 5-1.

oleh Asad ArifinDiperbarui 23 Agustus 2025, 05:13 WIB
Bek Chelsea, Marc Cucurella dan Enzo Fernandez merayakan gol ke gawang West Ham di pekan 2 Liga Inggris, Sabtu 23 Agustus 2025. (c) AP Photo/Dave Shopland

Liputan6.com, Jakarta Chelsea akhirnya meraih kemenangan perdana di Premier League 2025/2026 dengan cara yang sangat meyakinkan. Bermain di markas West Ham United, London Stadium, Sabtu (23/8) dini hari WIB, The Blues menang telak 5-1.

Hasil ini sekaligus memberi tekanan besar kepada eks pelatih mereka, Graham Potter, yang kini menukangi The Hammers.

Pertandingan sempat berjalan menegangkan karena Chelsea kehilangan Cole Palmer sebelum kick-off akibat cedera. Situasi makin sulit setelah Lucas Paqueta membuka keunggulan cepat bagi tuan rumah lewat tendangan spektakuler di menit keenam. Namun, tim asuhan Enzo Maresca menunjukkan reaksi luar biasa dengan membalikkan keadaan.

Joao Pedro tampil gemilang dengan mencetak gol penyeimbang sekaligus memberi assist kepada Pedro Neto. Enzo Fernandez, Moises Caicedo, dan Trevoh Chalobah kemudian menambah daftar pencetak gol untuk Chelsea.

Kemenangan ini mengantar The Blues ke puncak klasemen sementara dengan empat poin, sedangkan West Ham harus puas terpuruk di dasar klasemen. Berikut adalah 4 fakta menarik usai laga West Ham vs Chelsea:


1. Lucas Paqueta Ikuti Jejak Paolo Di Canio dan Mark Noble

Gelandang West Ham United Lucas Paqueta (kanan) mencetak gol pembuka meelwati kiper Olympiacos, Alexandros Paschalakis dalam pekan ke-4 di ajang UEFA Europa League di London Stadium, Jumat (10/11/2023). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Lucas Paqueta menorehkan catatan unik meski timnya kalah telak. Gelandang asal Brasil ini menjadi pemain ketiga yang mencetak gol pertama West Ham di Premier League dalam dua musim beruntun.

Sebelumnya, rekor tersebut hanya dimiliki oleh Paolo Di Canio (2000/01 & 2001/02) dan Mark Noble (2009/10 & 2010/11).

Gol Paqueta memang tak cukup untuk menyelamatkan The Hammers dari kekalahan, tetapi setidaknya ia mencatatkan namanya dalam buku sejarah klub.

Sayangnya, torehan individu ini datang di momen yang pahit karena West Ham kembali gagal meraih poin.


2. Awal Musim Paling Buruk untuk Pertahanan West Ham

Ribuan suporter West Ham hadir pada laga pemungkas di Boleyn Ground menghadapi Manchester United pada 2016 silam di Liga Inggris. (GLYN KIRK / AFP)

West Ham mengawali musim ini dengan rapor merah di lini belakang. Mereka sudah kebobolan delapan gol hanya dalam dua pertandingan pertama Premier League 2025/2026.

Catatan ini menjadi yang terburuk sepanjang sejarah klub.

Situasi ini jelas menjadi alarm keras bagi Graham Potter. Sebagai mantan pelatih Chelsea, ia justru mendapat tekanan besar dari para pendukung West Ham yang mencemooh tim di jeda babak pertama.

Lanjut Baca:

Jika tidak segera memperbaiki pertahanan, posisi Potter bisa semakin terancam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya