Bos Bulog Wajibkan Setiap Gudang Jual 5 Ton Beras Tiap Hari, Ini Alasannya

Setiap gudang diwajibkan menjual 5 ton beras tiap hari sebagai strategi untuk mempercepat penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

oleh Septian DenyDiterbitkan 21 Agustus 2025, 18:15 WIB
Gudang Beras Perum BULOG. (Sumber: BULOG)

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mewajibkan setiap gudang untuk menjual 5 ton beras tiap hari sebagai strategi untuk mempercepat penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Kami wajibkan setiap gudang itu menjual minimal 5 ton beras setiap hari di setiap gudang,” ucap Rizal dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV yang membidangi pertanian di Senayan, dikutip dari Antara, Kamis (21/8/2025).

Rizal mendorong setiap gudang untuk merealisasikan hal tersebut, baik dengan cara berjualan beras di depan gudang maupun berkeliling pasar untuk menjajakan beras.

Menurut Rizal, langkah tersebut merupakan “operasi pasar” yang dilakukan oleh gudang Bulog, dalam rangka menstabilkan harga beras di pasaran.

“Baik jualan di depan gudang maupun keliling di masing-masing pasar atau di tempat keramaian, ini kami wajibkan,” ujar Rizal menegaskan.

Rizal menyampaikan langkah percepatan penyaluran SPHP diperlukan, sebab sepanjang 2025, SPHP baru tersalurkan 230.945 ton, dari target penyaluran SPHP sebesar 1,5 juta ton.

 

Strategi Pemasaran

Stok beras di gudang BULOG yang siap didistribusikan ke seluruh Indonesia. (sumber: BULOG)

Dengan demikian, pemerintah harus segera menyalurkan 1,269 juta ton beras SPHP untuk merealisasikan targetnya. Selain mewajibkan setiap gudang menjual 5 ton beras per hari, Rizal juga mengimplementasikan program canvassing oleh seluruh karyawan Bulog.

Canvassing adalah strategi pemasaran yang melibatkan pendekatan langsung kepada calon pelanggan untuk mempromosikan atau menjual produk.

“Yang jual di pasar, pengecer-pengecer (beras) banyak yang sudah sepuh. Rata-rata mereka kurang mahir menggunakan hp, sehingga perlu pendekatan langsung oleh anggota Bulog ke pasar tradisional,” kata Rizal.

 

Ritel Modern SPHP

Pekerja memindahkan beras ketika bongkar muat beras bulog di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Jumat (3/2/2023). Untuk menstabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Perum BULOG akan menyaluran beras SPHP di Pasar Induk Beras Cipinang dari 13 ribu menjadi 30 ribu ton,dengan harga paling tinggi sebesar Rp. 8.900. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia juga berencana untuk bersinergi dengan TNI/Polri, bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih, bekerja sama dengan BUMN pangan, serta realisasi pre-order (PO) dan penyaluran ritel modern SPHP beras di tingkat konsumen.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah sudah menyiapkan stok beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,3 juta ton yang akan disalurkan pada periode Juli–Desember.

“Operasi pasar sekarang sudah mencapai kurang lebih hariannya (menyalurkan SPHP) 6 ribu ton per hari. Sekarang sudah terjadi penurunan harga, dan insyaallah ke depan kami siapkan stok tertinggi, 1,3 juta ton,” ucapnya.

 

 

INFOGRAFIS: 5 Negara Pemasok Beras Terbesar ke Indonesia (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya