Rusia Lancarkan 614 Drone dan Rudal ke Ukraina, Pabrik Elektronik AS Jadi Sasaran

Rusia melancarkan 614 amunisi yang terdiri dari 547 drone dan 40 rudal ke Ukraina.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 21 Agustus 2025, 17:03 WIB
Sebelumnya, Rusia kembali melancarkan serangan rudal dan drone ke Kyiv, ibu kota Ukraina pada Kamis (31/7/2025) dini hari waktu setempat. (Tetiana DZHAFAROVA/AFP)

Liputan6.com, Kyiv - Ukraina melaporkan serangan udara besar-besaran dari Rusia pada Kamis (21/8/2025) malam, yang digambarkan sebagai salah satu serangan terbesar sejak perang berlangsung. Menurut Angkatan Udara Ukraina, total 614 amunisi diluncurkan, terdiri dari 574 drone dan 40 rudal.

Dari jumlah tersebut, 546 drone dan 31 rudal berhasil dicegat, namun sisanya menghantam berbagai wilayah. Serangan ini dilaporkan berdampak di sedikitnya 11 lokasi di seluruh negeri, dikutip dari laman ABC, Kamis (21/8).

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut serangan ini sebagai serangan udara gabungan berskala besar terhadap Ukraina dan menegaskan bahwa targetnya mencakup infrastruktur sipil dan energi.

Salah satu serangan paling menonjol terjadi di Mukachevo, kota di barat Ukraina yang hanya berjarak puluhan kilometer dari perbatasan Hongaria dan Slovakia. Sebuah rudal menghantam pabrik milik perusahaan elektronik Amerika Serikat yang memproduksi peralatan rumah tangga, termasuk mesin kopi.

"Pabrik ini murni fasilitas sipil dan sama sekali tidak terkait dengan pertahanan atau militer," kata Sybiha.

Kepolisian Nasional Ukraina menyebut sedikitnya 15 orang terluka akibat serangan tersebut.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menilai pilihan target Rusia sangat jelas.

"Itu adalah perusahaan sipil biasa, sebuah investasi Amerika. Namun tetap saja dijadikan target Rusia," ujarnya di Telegram.

Zelenskyy menambahkan, "Dunia tampaknya tidak berusaha sungguh-sungguh menghentikan perang ini. Dibutuhkan sanksi yang lebih keras, tekanan yang lebih kuat."

Di kota Lviv, sekitar 64 kilometer dari perbatasan Polandia, serangan Rusia menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya, menurut Wali Kota Andriy Sadovyi.

 

NATO Kerahkan Jet Tempur

Ilustrasi NATO. (Pixabay)

Serangan besar-besaran ini juga memicu respons militer NATO. Komando Operasional Polandia mengumumkan pengerahan jet tempur, termasuk JAS 39 Gripen milik Angkatan Udara Swedia, untuk berjaga di wilayah udara Polandia.

"Sehubungan dengan aktivitas penerbangan jarak jauh Rusia, termasuk penggunaan rudal hipersonik, pesawat sekutu beroperasi di wilayah udara Polandia," tulis komando tersebut di X. Beberapa jam kemudian, tingkat ancaman dinyatakan menurun dan operasi kembali normal.

Rusia Klaim Tembak Jatuh Drone Ukraina

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut pasukannya menembak jatuh 71 drone Ukraina yang menyerang wilayahnya.

Gubernur Voronezh Aleksandr Gusev mengatakan sebuah fasilitas energi di daerahnya rusak akibat jatuhnya drone, yang juga mengganggu layanan kereta api. Di wilayah Rostov, Gubernur Yuri Slyusar melaporkan kebakaran di sebuah perusahaan industri setelah serangan udara, meski tidak ada korban jiwa.

Kantor berita TASS melaporkan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Novovoronezh sempat diputus dari jaringan listrik sebagai dampak serangan tersebut.

Serangan ini disebut sebagai yang terbesar sejak 12 Juli, sekaligus keempat kalinya selama perang jumlah drone Rusia yang diluncurkan melampaui 500 unit.

Infografis 1 Tahun Perang Rusia - Ukraina, Putin Tangguhkan Perjanjian Senjata Nuklir dengan AS. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya