Liputan6.com, Beijing - Rumah yang dijuluki Eye of Jinxi sempat jadi perbincangan luas di China pada April lalu.
Pasalnya, bangunan itu tetap berdiri tegak di tengah jalan tol baru, setelah pemiliknya menolak tawaran pembebasan lahan dari pemerintah setempat.
Advertisement
Pemilik rumah, sebut saja Huang Ping, sebenarnya pernah ditawari kompensasi sekitar 1,6 juta yuan (sekitar Rp3,6 miliar). Namun ia menolak karena pembayaran dilakukan dalam dua tahap, dilansir dari Odditycentral, Rabu (20/8/2025).
Pemerintah pun memutuskan melanjutkan pembangunan jalan dengan cara membelah area itu, dan rumah Huang pun terisolasi sendirian di tengah jalan tol. Dari atas, bentuknya mirip mata yang menatap ke langit, sehingga dijuluki Eye of Jinxi.
Kondisi Rumah
Masalah muncul ketika jalan tol resmi dibuka. Tanpa peredam suara, rumah tersebut langsung jadi tak layak huni karena bising kendaraan, terutama truk besar yang melintas hampir tiap saat.
Huang dan keluarganya bertahan sekuat tenaga, tapi akhirnya menyerah. Warga sekitar belakangan melihat jendela rumah sudah pecah dan halaman dipenuhi ilalang.
Dalam wawancara dengan media lokal, Huang mengakui ia dan keluarganya pindah karena tidak kuat lagi menghadapi kebisingan.
Mereka kini menyewa rumah di kota terdekat, sementara nasib rumah lamanya masih tidak jelas. Jika bangunan itu nantinya dibongkar, kompensasi yang ia terima kemungkinan jauh lebih kecil dari tawaran awal.
Kisah Huang ramai jadi bahan perbincangan warganet di Weibo.
“Kamu harus punya hati yang kuat untuk tahan diejek warga,” sindir seorang warganet.
“Jujur saja, di daerah pegunungan terpencil ini, kalau bukan karena pembangunan jalan, rumah itu mau dijual berapa sih? Ada yang mau beli?” komentar lainnya.