Ricuh Demo Tolak Kenaikan PBB Bone: 4 Satpol PP dan 2 Polisi Luka-luka

Tak hanya anggota Satpol PP, aparat kepolisian juga turut menjadi korban luka dalam bentrok yang terjadi antara demonstran dan petugas gabungan.

oleh FauzanDiterbitkan 19 Agustus 2025, 20:00 WIB
4 anggota Satpol PP Bone dan 2 anggota polisi dilaporkan mengalami luka akibat lemparan batu saat kericuhan terjadi dalam aksi unjuk rasa tolak kenaikan PBB-P2 di Kantor Bupati Bone. (Liputan6.com/Fauzan)

Liputan6.com, Jakarta - 4 anggota Satpol PP Bone dan 2 anggota polisi dilaporkan mengalami luka akibat lemparan batu saat kericuhan terjadi dalam aksi unjuk rasa tolak kenaikan PBB-P2 di Kantor Bupati Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Selasa (19/8/2025) malam. 

Sekretaris Satpol PP Bone Andi Awaluddin membenarkan hal tersebut. Dia memastikan bahwa anggota Satpol PP yang mengalami luka itu langsung diberikan penanganan medis. 

"Ada empat anggota Satpol yang kena lemparan batu saat melakukan pengamanan demonstrasi. Dua di antaranya yang pecah kepalanya," kata Sekretaris Satpol PP Bone Andi Awaluddin, Selasa (19/8/2025).

"Sudah ditangani tim medis. Dijahit itu di bagian keningnya, karena luka terbuka," tambahnya.

 

Demo Masih Berlangsung

Bendera One Piece terlihat di antara ribuan massa yang memadati jalanan di depan Kantor Bupati Bone, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Selasa (19/8/2025), untuk menolak kenaikan PBB hingga 300 persen. (Liputan6.com/ Fauzan)

Tak hanya anggota Satpol PP, aparat kepolisian juga turut menjadi korban luka dalam bentrok yang terjadi antara demonstran dan petugas gabungan. 

"Ada dua anggota polisi yang kena luka, personel Brimob Aipda Rahmat ibu jarinya robek nyaris terputus, personel Polres Bone Bripda Awal luka robek kening sebelah kanan. Sementara dijahit semua," sebut anggota Polres Bone Aipda Karman terpisah. 

Hingga saat ini, ketegangan antara demonstran dan aparat gabungan masih berlangsung.

Aparat terpaksa membubarkan unjuk rasa tersebut karena berlangsung hingga malam hari. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya