Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggelar kegiatan Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat, Selasa (19/8/25). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Wakil Menteri Sosial dan juga 55 Kepala Sekolah Rakyat serta guru yang hadir melalui zoom virtual.
Pelatihan yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi, Margaguna, Jakarta Selatan ini, diawali dengan penyematan tanda peserta oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, kepada dua orang dari perwakilan peserta yang mengikuti pelatihan sekolah rakyat.
Advertisement
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul dalam sambutannya mengatakan bahwa sekolah rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo.
"Jadi Sekolah Rakyat ini adalah gagasan Presiden Prabowo dalam rangka memutuskan mata-mata rantai kemiskinan dan tertuang di dalam inpres nomor 8 tahun 2020," ujarnya, Selasa (19/8/25).
Dia menambahkan bahwa Kemensos tidak sendiri dalam menjalankan program Sekolah Rakyat. "Tim ini terdiri dari banyak Kementerian, banyak Kementerian yang terlibat" katanya.
Beberapa kementerian yang bekerjasama untuk menjalankan Sekolah Rakyat di antaranya Menko Pemberdayaan Masyarakat, Menko PMK, Mensesneg, Kepala Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
3 Kunci Sekolah Rakyat
Dalam arahannya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyebut ada 3 kunci dalam memahami Sekolah Rakyat. “Kunci pertama adalah memuliakan wong cilik, ini kunci pertama. Memuliakan mereka yang terpinggirkan, mereka yang papa, merek yang belum terbawa dalam proses pembangunan”
Dia menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat hadir untuk memanusiakan manusia istimewa, yang disebut dengan keluarga prasejahtera.
“Maka lewat Sekolah Rakyat ini Presiden ingin dalam tanda kutip memuliakan mereka, mengafirmasi mereka, membela mereka dengan kebijakan-kebijakan yang bisa membuat mereka menjadi keluarga yang lebih berdaya.” sambung Gus Ipul.
Selanjutnya yang kedua, Gus Ipul menyebut ingin menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini belum terjangkau. “Kita ingin menyentuh lapisan paling, yang selama ini mungkin tidak terdengar suara. Mereka kalau tidak mendapat kan bantuan, tidak pernah mengeluh. Suaranya tidak pernah terdengar. Kalau mereka dapat bantuan biasanya juga bersyukur luar biasa. Inilah yang disentuh oleh Sekolah Rakyat” Jelasnya.
Ia mengatakan dengan adanya Sekolah Rakyat akan melahirkan pemimpin-pemimpin baru, yang ingin mengejar mimpi, mau belajar dan bekerja keras.
“Mereka membuka kembali mimpinya. Mau belajar bekerja keras untuk mencapai mimpi-mimpi. Inilah yang dititipkan kepada kepala sekolah dan para guru. Untuk membina, membimbing mereka sepenuh hati agar yang nanti menjadi generasi yang tangguh, generasi masa depan Indonesia” harapnya.
Kecerdasan Kolektif
Yang ketiga, Mensos menyebut Sekolah Rakyat mendorong kecerdasan kolektif bukan individualisme sempit, Sekolah Rakyat mengedepankan kesetaraan kesempatan, bukan kesenjangan sosial.
"Sekolah Rakyat meliputi solidaritas, bukan kompetensi yang tinggi. Bapak ibu moto kita Cerdas Bersama, Tumbuh Setara” lanjutnya.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf juga menyebut inpres nomor 8 bagian pengetasan. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari miniature pengentasan kemiskinan.