Polemik Royalti Musik, Menkum Minta LMK dan LMKN Diaudit

Menkum menegaskan, pelaksanaan audit bukan untuk mencari kesalahan. Tetapi, untuk menentukan sistem pemungutan royalti yang paling tepat.

oleh Lia HarahapDiperbarui 19 Agustus 2025, 13:45 WIB
Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas menyatakan, peluncuran transformasi digital merupakan momentum Kemenkum meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengusulkan dilakukan proses audit terhadap Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan LMK Nasional. Proses audit ini dilakukan sebagai transparansi pembayaran royalti musik.

Dia mengatakan, pelaksanaan audit akan dibicarakan terlebih dahulu dengan para LMK dan LMKN supaya transparansi terkait dengan pembayaran royalti sesuai dengan tuntutan.

"Khusus royalti, ini lagi mau kami kumpulkan LMKN dan LMK-nya. Kami akan minta supaya akan ada audit, baik LMK-nya maupun LMKN-nya," kata Supratman di Kompleks Parlemen, Jakarta. Demkian dikutip dari Antara, Selasa (19/8/2025).

Audit Bukan untuk Cari Kesalahan

Menkum Supratman Andi Agtas menjabarkan soal capaian kerja triwulan I Kementerian Hukum (Kemenkum) di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU). (Liputan6.com/Arviola Marchsyalina Syurgandari)

Dia menegaskan, pelaksanaan audit ini bukan untuk mencari kesalahan. Tetapi, untuk menentukan sistem pemungutan royalti yang paling tepat.

Pasalnya, kata dia, tuntutan publik terhadap royalti musik tidak salah karena terkait dengan transparansi penggunaan sistem. Khususnya mengenai besaran royalti yang dipungut serta mekanisme penyalurannya.

"Nah, karena itu, hanya mekanisme audit yang bisa memberi kita gambaran seperti itu," ucap dia.

Ajak Semua Pihak Terkait Berdialog

Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas. (Liputan6.com/ Nanda Perdana Putra)

Supratman menuturkan, pihaknya akan mengumpulkan semua pihak untuk mendapatkan masukan terkait penarikan royalti.

Dia juga meminta LMKN bisa mengundang semua pelaku usaha untuk membahas hal tersebut.

"Tapi yang saya mau tegaskan bahwa satu, tidak boleh membebani UMKM terutama. Itu yang paling penting," ungkap Supratman menegaskan.

DPR Minta Tata Kelola Royalti Diperbaiki

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta pemerintah untuk memperbaiki tata kelola royalti musik yang saat ini menjadi polemik di tengah masyarakat.

Chusnunia menjelaskan perbaikan tata kelola menjadi penting, terutama saat ini para pelaku usaha sedang cemas dengan risiko hukum bila memutar musik di tempat usahanya.

Sementara itu, Chusnunia saat dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis (14/8), memahami bahwa terdapat aturan terkait pemutaran musik di ruang publik seperti kafe yang mengharuskan membayar royalti kepada pemegang hak cipta.

Aturan tersebut seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya