Liputan6.com, Jakarta - Rem adalah komponen vital yang jadi penentu keselamatan saat berkendara. Sayangnya, banyak pengemudi kurang menyadari tanda-tanda ketika sistem pengereman bermasalah. Padahal, mobil modern sudah dibekali indikator khusus di dashboard untuk memberi peringatan dini.
Dilansir dari laman resmi Hyundai, Rabu (20/8/2025), ada beberapa lampu indikator yang wajib diperhatikan, lengkap dengan cara menanganinya.
Advertisement
Indikator Rem yang Perlu Diperhatikan:
1. Lampu Rem Menyala Merah
Menandakan masalah serius pada sistem rem, seperti minyak rem habis, kebocoran, atau rem parkir masih aktif. Jika muncul, segera periksa level minyak rem dan jangan gunakan mobil untuk perjalanan jauh.
2. Lampu ABS (Oranye)
Mengindikasikan gangguan pada sistem ABS. Penyebabnya bisa sensor roda rusak, kabel putus, atau modul bermasalah. Solusinya dengan pengecekan melalui scanner OBD, membersihkan sensor, atau memeriksa konektor.
3. Lampu Kontrol Stabilitas (ESC)
Terkait kendali stabilitas kendaraan. Biasanya muncul karena sensor tidak berfungsi atau sistem rem terganggu. Bisa coba matikan lalu hidupkan ulang mobil, namun jika tetap menyala segera bawa ke bengkel.
4. Rem Regeneratif Terbatas
Terjadi saat baterai penuh atau suhu ekstrem. Kondisi ini normal dan tidak membutuhkan tindakan khusus.
Tips Perawatan Rem Agar Tetap Prima
1. Rutin cek dan ganti minyak rem setiap 40.000 km atau 2 tahun
2. Periksa kampas serta cakram rem tiap 20.000 km
3. Bersihkan sensor ABS dari debu atau lumpur saat servis berkala
4. Gunakan fitur regenerative braking dengan bijak agar kampas lebih awet
5. Jangan biarkan mobil terlalu lama terparkir tanpa digunakan untuk mencegah cakram berkarat.
Mengetahui indikator rem bermasalah dan melakukan perawatan rutin sangat penting untuk menjaga performa serta keselamatan di jalan.
Jika lampu peringatan tetap menyala, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke bengkel resmi agar kendaraan selalu dalam kondisi prima.