Moke Simbol Kearifan Lokal, Minuman Tradisional Sikka Kini Masuk Pasar Nasional

Kadar alkohol moke 40 persen. Bahan bakunya berasal dari hasil sulingan nira pohon lontar yang banyak tumbuh di Kabupaten Sikka.

oleh Ola KedaDiperbarui 18 Agustus 2025, 14:12 WIB
Moke minuman tradisional Sikka

Liputan6.com, Jakarta Minuman tradisional khas Kabupaten Sikka, moke, kini resmi melangkah ke pasar nasional dengan wajah baru melalui produk BM Moke. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris menuturkan bahwa kehadiran BM Moke merupakan simbol kebangkitan kearifan lokal Sikka, yang dikemas modern untuk bersaing di pasar nasional.

Dia mengatakan, produk BM Moke telah memiliki izin resmi dari Badan POM serta cukai alkohol dari pemerintah.

“Semoga ini bisa diterima di masyarakat, baik skala lokal, nasional bahkan internasional. Produk ini tentu mendorong perekonomian masyarakat, berdampak baik bagi petani nira kita, juga bagi adik-adik kita yang bekerja di pabrik ini,” kata Juvenus, Senin (18/8).

Bupati Juventus berharap BM Moke dapat menjadi produk kebanggaan Sikka yang menembus pasar internasional.

“Selamat menikmati BM Moke, semoga diterima di masyarakat Sikka, NTT dan nasional. Hari ini kita membuktikan bahwa kearifan lokal tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing di luar daerah. BM Moke adalah kebanggaan kita bersama,” tegasnya.

Prosesi pelepasan produk dilakukan secara simbolis oleh Juventus bersama Pelaksana Seksi Kepabeanan dan Cukai Kantor Bea Cukai Labuan Bajo Hafiz Hidayat, Owner CV The Bottle, Joni Huang, serta perwakilan karyawan.

Kadar Alkohol 40 Persen

Produk BM Moke diproduksi oleh CV The Bottle, sebuah perusahaan lokal di Maumere. Minuman ini dikategorikan sebagai minuman beralkohol golongan C dengan kadar alkohol 40 persen. Owner CV The Bottle, Joni Huang, menceritakan motivasi di balik produksi BM Moke.

“Saat pindah ke Sikka, saya melihat ada potensi besar karena petani setiap hari memproduksi nira dan menyulingnya menjadi moke. Karena saya juga menjual produk-produk alkohol, saya terdorong memproduksi moke dalam skala industri agar bisa bersaing nasional,” jelasnya.

Dia menyebut, perjalanan mewujudkan BM Moke bukan hal mudah. “Hari ini dengan upaya lebih kurang 11 tahun mengurus perizinan, akhirnya kami bisa mendorong produk moke ke tingkat nasional. Minuman tradisional ini adalah warisan leluhur turun temurun yang kini punya kesempatan diperkenalkan secara luas, bahkan diekspor. Sehingga bisa bersaing dengan produk-produk lainnya,” ungkap Joni.

BM Moke saat ini diproduksi dalam botol berisi 360 mililiter dengan kadar alkohol 40 persen. Bahan bakunya berasal dari hasil sulingan nira pohon lontar yang banyak tumbuh di Kabupaten Sikka.

Manajemen BM Moke berharap produk ini tidak hanya memberi nilai tambah ekonomi, tetapi juga mengangkat citra budaya lokal Sikka dan Flores ke panggung nasional maupun internasional.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya