Blunder Kiper Manchester United Jadi Momen Penentu Kekalahan Lawan Arsenal

ks kiper Inggris Joe Hart menilai kesalahan kiper Altay Bayindir sangat fatal saat Manchester United kalah 0-1 dari Arsenal, Minggu (17/8/2025). Hart menyebut momen itu hampir tidak bisa dibela.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 18 Agustus 2025, 15:23 WIB
Ekspresi Altay Bayindir pada laga MU vs Arsenal di pekan ke-1 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta Eks kiper Inggris Joe Hart menilai kesalahan kiper Altay Bayindir sangat fatal saat Manchester United kalah 0-1 dari Arsenal, Minggu (17/8/2025). Hart menyebut momen itu hampir tidak bisa dibela.

Gol tunggal Riccardo Calafiori tercipta dari sepak pojok Declan Rice. Bayindir gagal meninju bola sehingga Calafiori mampu menanduk bola ke gawang.

Kekalahan ini membuat MU memulai musim baru tanpa poin. Setan Merah kini berada di peringkat ke-15 Premier League 2025/2026.

Meski kalah, permainan MU menunjukkan beberapa momen positif. Fokus utama tetap pada kesalahan individu yang berujung gol lawan.


Kesalahan Bayindir Jadi Sorotan

Duel Matthijs de Ligt dan Viktor Gyokeres dalam laga Manchester United vs Arsenal di Premier League 2025/2026, Minggu (17/8/2025). (PA via AP Photo/Nick Potts)

Kesalahan Bayindir saat menghadapi sepak pojok menjadi sorotan utama. Kiper asal Turki gagal meninju bola sehingga Calafiori mampu menanduk bola ke gawang.

Situasi ini terjadi di bawah tekanan minimal dari pemain Arsenal. Namun, kesalahan koordinasi antara Bayindir dan Saliba membuat peluang itu berbuah gol.

"Saya langsung bersiap membela Altay Bayindir, kemudian melihat tayangan ulang pertama dan berpikir, 'Saya tidak bisa membela dia di sini'," kata Joe Hart, eks kiper Inggris, kepada BBC Radio 5 Live.

"Secara pribadi, saya suka memiliki pemain bertahan di depan saya untuk dijadikan perisai melawan penyerang, dan itu bukan opsi yang mereka pilih," tambah Hart.


Analisis Hart soal Situasi di Lapangan

Striker Manchester United, Matheus Cunha, beraksi dalam laga menghadapi Arsenal pada pekan pertama Premier League 2025/2026 yang digelar di at Old Trafford, Minggu (17/8/2025) malam WIB. (Paul ELLIS / AFP)

Hart menilai Saliba sudah melakukan cukup banyak, tetapi tidak maksimal. Posisi dan pergerakannya membuat Bayindir kehilangan fokus.

Idealnya, Bayindir seharusnya meninju bola dengan tangan kanan. Keterlibatan berlebihan dan kehilangan orientasi membuat kesalahan tidak terhindarkan.

"Saliba sudah melakukan cukup, tapi tidak terlalu banyak," jelas Hart. "Idealnya dia ingin meninju bola dengan tangan kanannya. Dia terlalu terlibat dan kehilangan arah sehingga membuat sedikit kekacauan."

"Bukan pelanggaran. Bayindir harus berusaha mengatasi Saliba dengan lengan kiri dan menepis bola dengan tangan kanan," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya