Ribuan Wisatawan Padati Pulau Perbatasan Indonesia–Singapura, Tradisi Sampan Layar Saat HUT ke-80 RI

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (HUT ke-80 RI), Minggu (17/8/2025), menjadikan pulau perbatasan menjadi momentum warga pesisir Melayu untuk bernostalgia.

oleh Ajang NurdinDiterbitkan 17 Agustus 2025, 19:35 WIB
Semarak tradisi Masyrakat pesisir dalam perayaan Hut RI Ke 80 di Pulau perbatasaan Indonesia Singapura-Malaysia. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Batam - Ditengah riak ombak Selat Singapura, pulau kecil bernama Belakang Padang kembali menorehkan cerita.

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (HUT ke-80 RI), Minggu (17/8/2025), menjadikan pulau perbatasan menjadi momentum warga pesisir Melayu untuk bernostalgia.

Ribuan pengunjung, baik dari Batam, Karimun, hingga Malaysia dan Singapura, tumpah ruah menyaksikan tradisi laut yang sudah hidup sejak 1964 yakni lomba sampan layar atau kolek.

Siang dengan terik matahari dan langit pesisir berwarna biru muda, sementara layar-layar kain berwarna-warni terbentang gagah di atas sampan kayu.

Sorak-sorai penonton pecah setiap kali perahu boat, letintinb sampan kolek melesat, meliuk di antara ombak, berpacu menuju garis akhir. Tradisi ini bukan sekadar lomba, tetapi pesta rakyat yang menjadi ikon perbatasan Indonesia-Singapura.

"Alhamdulillah, kegiatan sudah dimulai sejak 11 Agustus kemarin, ada lomba speedboat, boat kayu, ketinting, sampai final hari ini. Sampan layar juga masuk final tanggal 17 Agustus. Total ada 11 kegiatan perlombaan," ujar Camat Belakang Padang Khanapi, usai membuka perlombaan, Minggu (17/8/2025).

Dia menjelaskan, kategori lomba terbagi mulai dari sampan layar kelok 5, kelok 7, hingga kelok 9. Ada pula speedboat standar hingga kelas racing. Hadiah pun beragam, seiring dukungan penuh tokoh masyarakat setempat.

Panitia mencatat jumlah pengunjung melonjak hingga 8.000 orang. Mereka datang bukan hanya dari pulau-pulau sekitar, tapi juga wisatawan mancanegara. Suasana semakin meriah saat deretan stan makanan tradisional Melayu berjajar, menambah semarak pesta kemerdekaan di ujung perbatasan.

"Alhamdulillah, pengunjung meningkat meski cuaca panas. Bahkan sampai ada yang antre tiket kapal pancung karena penuh," kata Camat Khanapfi.

 

Lebih dari Sekadar Perlombaan

Semarak tradisi Masyrakat pesisir dalam perayaan Hut RI Ke 80 di Pulau perbatasaan Indonesia Singapura-Malaysia. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Bagi masyarakat pesisir, lomba ini lebih dari sekadar perlombaan. Sejak 1964, setiap 17 Agustus, mereka menyebutnya Raya Ogos (pengaruh bahasa Melayu Singapura).

"Ini sudah turun-temurun. Dari dulu orang tua kita sudah tahu, setiap 17 Agustus pasti ada sampan layar. Harapan saya jangan sampai tradisi ini hilang, karena ini warisan budaya pesisir," terang tokoh masyarakat Belakang Padang Haji Hasim.

Menurut dia, tak sekadar melestarikan tradisi, lomba kolek juga menjadi penggerak ekonomi di setiap perayaan ini. Sejak beberapa hari terakhir, antrean panjang kapal pancung pengangkut penumpang melaui Batam ke Belakang Padang tak pernah sepi.

"Dengan acara seperti ini, UMKM jalan, transportasi jalan, masyarakat juga terbantu," terang Hasim.

Tak hanya hiburan, perayaan juga dibuka dengan doa bersama yang digelar Lembaga Adat Melayu (LAM).

"Sejak 1964, sampan layar sudah jadi ikon Belakang Padang. Ini bagian dari sejarah dan identitas masyarakat pesisir," papar Ketua LAM Belakang Padang Amri Bendu.

 

Didukung Aparat Keamanan

Kemeriahan ini pun mendapat dukungan penuh aparat keamanan.

"Kami dari Polsek Belakang Padang mendukung penuh pesta rakyat ini. Keamanan cukup kondusif, masyarakat ramai, dan mudah-mudahan ke depan bisa menjadi event internasional," kata Kapolsek Belakang Padang AKP Asril.

Belakang Padang, pulau kecil yang kerap disebut 'Pulau Seribu' karena hamparan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seakan menjelma etalase budaya Melayu pesisir. Di perbatasan, semangat kemerdekaan dirayakan dengan cara khas yaitu berpacu di laut, mengibarkan layar, dan menguatkan persaudaraan.

HUT RI ke-80 di Belakang Padang bukan hanya pesta rakyat, melainkan bukti bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup di batas negeri, berpadu dengan kearifan lokal dan denyut ekonomi masyarakat.

Infografis Rangkaian Promo HUT Kemerdekaan RI 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya