Dari Jalanan, Sawah, hingga Pantai: Warga Bersiap Penuhi Undangan Presiden ke Istana Merdeka

Presiden Prabowo memberi kesempatan kepada warga dari berbagai profesi untuk hadir langsung di halaman Istana Merdeka pada 17 Agustus mendatang

oleh Fadila AdelinDiperbarui 16 Agustus 2025, 11:08 WIB
Masyarakat dari berbagai profesi menerima undangan acara pada 17 Agustus di Istana Merdeka (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Beberapa hari menjelang peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, suasana haru bercampur antusias mulai terasa di berbagai penjuru negeri. Bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di warung-warung kecil, sawah, hingga tepian pantai.

Tahun ini, Presiden Prabowo memberi kesempatan kepada warga dari berbagai profesi, mulai dari petani, nelayan, pedagang, pengemudi ojek, hingga buruh untuk hadir langsung di halaman Istana Merdeka pada 17 Agustus mendatang. Kesempatan langka ini tentu disambut penuh rasa syukur.

 

Kesempatan hadir di Istana Merdeka, disambut haru oleh para pedagang

Masyarakat dari berbagai profesi menerima undangan acara pada 17 Agustus di Istana Merdeka (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Saat peluncuran logo dan tema HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 23 Juli 2025 yang lalu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat, bukan hanya acara seremonial pemerintah. “Kita ingin peringatan kemerdekaan ini dirasakan semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Selama dua tahun terakhir berjualan es teh di kawasan Stasiun Juanda, Faizal Zikri tak pernah membayangkan bisa mendapat undangan ke Istana Merdeka. “Senang banget bakal bisa ketemu Bapak Prabowo. Semoga Indonesia selalu aman, sehat, dan penuh berkah,” ungkapnya.

 

"Bagaikan Mimpi" ungkap para petani di Karawang saat menerima undangan

Masyarakat dari berbagai profesi menerima undangan acara pada 17 Agustus di Istana Merdeka (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bagi para petani di Karawang seperti Omo Ahmad dan Rohman Permana, kesempatan ini bukan sekadar undangan, tetapi bentuk penghargaan. Rohman menyebutnya “bagaikan mimpi” dan berharap pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan, menstabilkan harga padi dan pupuk, serta mempermudah akses alat pertanian modern.

Para nelayan di Marunda pun menyambut bahagia undangan tersebut

Masyarakat dari berbagai profesi menerima undangan acara pada 17 Agustus di Istana Merdeka (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Dari bibir pantai Marunda, suara nelayan pun ikut terdengar. Rana mengungkapkan keinginannya agar laut kembali bersih dari limbah, sehingga nelayan bisa melaut dengan tenang. Kubil, Ketua Koperasi Nelayan Marunda Makmur, menambahkan, “Baru kali ini nelayan kecil diundang ke Istana. Harapan kami, Pak Presiden selalu ingat nelayan kecil yang punya banyak keluhan," ucapnya.

Tak ketinggalan, Burhan Aman, salah satu perwakilan buruh yang mendapatkan undangan, menyebut momen ini sebagai sejarah baru. “Sudah puluhan tahun buruh tak diundang ke Istana. Kami bangga sekali. Harapan kami, Pak Presiden terus memperhatikan kaum kecil,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya