Liputan6.com, Jakarta - PT MD Entertainment Tbk (FILM) resmi mengumumkan perubahan susunan direksi setelah menerima pengunduran diri salah satu direkturnya, Bhavin Patel. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Agustus 2025 di Jakarta.
Dikutip dari keterbukaan informasi perseroan kepada BEI, Sabtu (16/8/2025), Bhavin Patel menyampaikan surat pengunduran diri pada 13 Agustus 2025. Manajemen menegaskan keputusan tersebut tidak berdampak pada kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Advertisement
“Pengunduran diri Bhavin Patel tidak memengaruhi stabilitas keuangan maupun keberlangsungan bisnis perusahaan. Kami menghargai kontribusi beliau selama menjabat sebagai Direktur Perseroan,” ujar Corporate Secretary FILM Fadel Ramadhia, dalam keterangannya.
Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Bhavin Patel sekaligus mengangkat Firdauzi Saksono dan William Hyongmin Kim sebagai direktur baru. Keduanya akan menjabat hingga penutupan RUPS Tahunan pada 2026.
Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi FILM:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Shania Manoj Punjabi
- Komisaris: Sanjeva Advani
- Komisaris Independen: Dian Adhitama
Direksi
- Direktur Utama: Manoj Dhamoo Punjabi
- Direktur: Priyadarshi Anand
- Direktur: Sajan Lachmandas Mulani
- Direktur: Theodore Yoon Soung Kim
- Direktur: Firdauzi Saksono
- Direktur: William Hyongmin Kim.
MD Entertainment Bidik Rp 791,82 Miliar Melalui Rights Issue, SBS Jadi Investor Strategis
Sebelumnya diberitakan PT MD Entertainment Tbk (FILM) mengumumkan pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue. Aksi korporasi sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Dalam PMHMETD I ini, FILM menerbitkan sebanyak 989.778.796 saham baru yang akan menghimpun dana sebesar Rp791,82 miliar. Setiap 10 saham lama memberikan hak untuk memperoleh 1 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang diterbitkan itu sebanyak 9,09% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.
Harga pelaksanaan rights issue itu sebesar Rp 800 per saham. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan rights issue akan mengalami dilusi maksimal sebesar 9,09% setelah periode pelaksanaan rights issue. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Salah satu sorotan utama dari aksi korporasi ini adalah partisipasi signifikan dari SBS Co., Ltd., perusahaan media dan hiburan asal Korea Selatan.
Potensi Kolaborasi Lintas Negara
Melalui pengalihan dari PT MD Corp Enterprises, SBS Co., Ltd. memperoleh 413,8 juta HMETD dan telah berkomitmen untuk melaksanakan seluruh hak tersebut. Total investasi yang dikucurkan SBS Co., Ltd. mencapai Rp331 miliar atau setara dengan sekitar USD 20 juta.
Direktur Utama FILM, Manoj Dhamoo Punjabi, juga telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya secara langsung maupun melalui pembelian HMETD dari PT MD Corp Enterprises.
"Masuknya SBS Co., Ltd. sebagai investor strategis tidak hanya memperkuat sisi finansial, namun juga membuka potensi kolaborasi lintas negara yang sangat bernilai bagi ekspansi global kami.” kata Manoj, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (27/6/2025).
Dana hasil PMHMETD I ini akan digunakan untuk:
- Melunasi pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp748,2 miliar;
- Modal kerja, termasuk produksi film, dan biaya operasional lainnya.
Pemegang Saham Perseroan
Melalui rights issue, MD Entertainment berharap dapat menekan beban bunga, memperbaiki rasio keuangan, dan membangun fondasi yang kokoh untuk inisiatif pertumbuhan di tengah dinamisnya ekosistem hiburan digital.
Setelah rights issue ini, pemegang saham FILM antara lain Manoj Dhamoo Punjabi sebesar 12,53%, Morgan Stanley and Co Intl sebesar 11,51%, PT MD Corp Enterprises sebesar 44,12%, PT Samuel Sekuritas Indonesia sebesar 7,52%.
Lalu Shania Manoj Punjabi sebesar 0,19%, Sanjeva Advani sebesar 0,03%, SBS Co Ltd sebesar 3,8%, dan masyarakat sebesar 20,31%.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 26 Juni 2025, harga saham FILM merosot 8,37% ke posisi Rp 1.860 per saham. Harga saham FILM dibuka stagnan di posisi Rp 2.030 per saham. Saham FILM berada di level tertinggi Rp 2.030 dan terendah Rp 1.840 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.007 kali dengan volume perdagangan 68.741 saham. Nilai transaksi Rp 13,4 miliar.