Banjir di Kulawi Sigi Sulteng, Rumah Warga Hilang, Ratusan Orang Mengungsi

Pemda Sigi menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari.

oleh Tim RegionalDiperbarui 16 Agustus 2025, 05:43 WIB
Kondisi ruas jalan Poros Palu-Kulawi yang tertimbun lumpur dan kayu akibat banjir di Desa Namo Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. (Liputan6.com/ M Salam)

 

Liputan6.com, Sigi - Banjir parah melanda Desa Namo di Kecematan Kulawi Sigi Sulteng, memaksa pemda setempat menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari. Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi kepada awak media di Kulawi, Jumat (15/8/2025) mengatakan, mulai tanggal 15 sampai 28 Agustus 2025 sebagai tanggap darurat bencana banjir di Desa Namo Kulawi.

"Kami memastikan seluruh layanan di posko lapangan sudah bisa berfungsi untuk melayani masyarakat," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Samuel Yansen juga mengatakan, pihaknya sudah mulai menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang di Desa Namo khususnya yang berada di posko pengungsian.

Hingga saat ini akses jalan Poros Palu-Kulawi belum dapat dilintasi kendaraan karena masih dalam proses pembersihan menggunakan alat berat dari material sisa banjir berupa kayu dan lumpur.

"Targetnya Sabtu ini ruas jalan Poros Palu-Kulawi di Desa Namo yang tertimbun material banjir sudah bersih dan dapat dilintasi kendaraan kembali seperti sedia kala," ucapnya.

Sebanyak tiga alat berat dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III sudah berada di lokasi bencana banjir tersebut.

"Jadi alat berat dari Pemkab Sigi sudah berada di lokasi sejak pagi dan nantinya akan ada alat berat lainnya dari BWS Sulawesi III dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk membersihkan jalan poros Palu-Kulawi, sehingga paling lambat besok jalan di Desa Namo sudah fungsional dan kembali seperti biasa," katanya.

 

Rumah Warga Hilang, Ratusan Orang Mengungsi

 

Samuel menyebutkan pihaknya segera melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak untuk selanjutnya diberikan bantuan.

"Untuk rumah rusak akibat banjir akan segera dilakukan pendataan oleh BPBD Sigi dan akan dibantu sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.

Ia menjelaskan seluruh pengungsi terkumpul dalam satu titik yakni di posko lapangan yang terdiri dari pos kesehatan, dapur umum, tempat penyimpanan dan bantuan distribusi logistik.

"Jadi posko lapangan akan menjadi titik distribusi logistik bantuan untuk masyarakat selama masa tanggap darurat tersedia dan cukup," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi untuk total rumah rusak akibat banjir di Desa Namo sebanyak delapan unit, terdiri atas dua unit rumah hilang, tiga unit rusak berat dan tiga lainnya rusak ringan.

Kerusakan infrastruktur lainnya di wilayah itu seperti dua jembatan rusak, dua plat duiker, jaringan pipanisasi air bersih dan jaringan listrik.

Sementara jumlah pengungsi terdapat 29 kepala keluarga dengan 122 jiwa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya