Harga Beli Gabah Rp 6.500 per Kg, Prabowo: Petani Senyum Pendapatan Meningkat

Selain harga gabah stabil bikin petani senyum, Presiden Prabowo juga menyampaikan Indonesia cetak surplus produksi beras bahkan tertinggi dalam sejarah.

oleh Arief Rahman HDiperbarui 15 Agustus 2025, 14:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dia mengungkapkan tujuan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya adalah masyarakat terlepas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap manfaat penetapan harga Rp 6.500 per kilogram gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Dia menuturkan, petani terbantu dengan kepastian harga beli gabah ini.

Dia mengisahkan, penetapan harga itu bertujuan agar petani juga bisa menikmati untung dari hasil taninya. Sebelum ketetapan ini, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani cenderung naik turun dan tak stabil.

"Kami juga tingkatkan harga beli gabah menjadi Rp6.500/kg, agar petani sebagai produsen menikmati keuntungan yang berarti," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Penetapan harga yang dilakukan pada awal 2025 ini jadi kepastian bagi petani. Alhasil, pendapatannya pun meningkat dan petani disebut senang.

"Saya perhatikan di mana-mana, para petani tersenyum karena harga gabah stabil dan penghasilan mereka meningkat," ucap Prabowo.

"Hari ini kita surplus produksi beras. Stok cadangan beras nasional lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam sejarah kita," ia menambahkan.

 

Tak Ragu Tindak Tegas Pelanggar

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dia mengungkapkan tujuan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya adalah masyarakat terlepas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan.

Kepala Negara ini menyebut langkah dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia. Utamanya melindungi dari tindakan penyelewengan hingga penimbunan bahan pangan.

"Pemerintah yang saya pimpin akan selalu mewaspadai kecurangan-kecurangan, manipulasi, penipuan, upaya penimbunan dan menahan distribusi bahan pangan," kata dia.

"Pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu. Kami akan selalu tegas pada mereka yang melanggar aturan, mereka yang mempersulit kehidupan rakyat, mereka yang cari keuntungan gilagilaan diatas penderitaan orang kecil," Prabowo Subianto menambahkan.

 

Perdana Ekspor Beras dan Jagung

Presiden Prabowo Subianto di Sidang MPR

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian produksi pangan nasional menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah. Alhasil, Indonesia bisa melakukan ekspor beras dan jagung untuk pertama kalinya.

Dia menjelaskan, peningkatan produksi beras nasional menghasilkan cadangan beras pemerintah (CBP) tembus lebih dari 4 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.

"Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

 

Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya