Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghampiri para mantan-mantan presiden dan wakil presiden RI yang hadir dalam Sidang Tahunan MPR/DPR di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (15/8/2025). Momen ini terjadi usai Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan perdananya.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Ketua DPR RI Puan Maharani menutup Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI. Prabowo terlebih dahulu menyalami sejumlah anggota DPR RI dan para duta besar negara sahabat yang hadir.
Advertisement
Setelah itu, Prabowo menghampiri para mantan presiden dan wakil presiden yang duduk di tribun atas ruang paripurna di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen.
Prabowo lebih dulu menyalami Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY tampak menggenggam tangan Prabowo. Dia juga berbincang sedikit dengan Prabowo. Namun, tak diketahui apa isi perbincangan keduanya.
Selanjutnya, Prabowo menghampiri dan menyalami Wakil Presiden keenam RI Try Sutrisno, istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Wahid, Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi, hingga mantan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Prabowo juga memberikan salam hormat kepada mantan presiden dan wakil presiden. Prabowo juga nyamalamin Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Setelah itu, Prabowo akan meninggalkan Kompleks Parlemen. Prabowo akan kembali untuk memberikan pidato Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 beserta nota keuangannya pada pukul 14.30 WIB.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan gestur penghormatan kepada para anggota DPR RI, pejabat negara, hingga tamu undangan sebelum memberikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR/DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Presiden Prabowo menundukkan kepalanya di depan anggota DPR RI dan tamu undangan.
Momen Prabowo Tundukkan Kepala ke Anggota DPR RI Sebelum Sampaikan Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan
Awalnya, Ketua DPR RI Puan Maharani mempersilahkan Prabowo untuk menyampaikan pidato kenegarannya setelah penampilan capaian video pencapaian pemerintah.
"Selanjutnya, kami persilahkan kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk menyampaikan pidato tentang penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-80 RI 2025, kami persilahan," kata Puan, Jumat (15/8/2025).
Prabowo lalu beranjak dari kursinya dan berjalan ke tengah mimbar untuk menyampaikan pidato kenegaraan. Dia memberikan gestur namaste kepada Puan, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD Sultan Najamuddin.
Prabowo kemudian berbalik arah ke hadapan para anggota DPR RI dengan memberikan gestur menundukkan kepala.
Hal yang sama juga dilakukan Prabowo ke pada tamu undangan mulai dari mantan presiden, mantan wakil presiden, hingga duta besar negara sahabat yang duduk di tribun kiri dan kanan.
Prabowo tampak berdiri ditengah-tengah. Setelah itu, Prabowo berjalan ke podium untuk menyampaikan pidato kenegaraan perdananya.
Sidang MPR Tak Dihiasi Baju Adat dari Presiden Prabowo hingga Anggota Dewan, Kenapa?
Suasana Sidang Tahunan DPR/MPR 2025 yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025) berlangsung dengan nuansa serba formal. Hampir semua pejabat laki-laki yang hadir mengenakan setelan jas.
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka juga kompak hadir di Sidang MPR tersebut mengenakan setelan jas, Jumat (15/8/2025).
Sementara itu, hanya pejabat perempuan yang nampak mengenakan atasan kebaya dengan kain tradisional sebagai bawahan. Rata-rata kebaya yang digunakan bernuansa hijau, seperti yang dipakai Ketua DPR RI Puan Maharani.
Kondisi ini tentu berbeda jauh dengan tradisi beberapa tahun terakhir di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Di masa pemerintahannya, Jokowi sempat mempopulerkan pemakaian baju adat pada acara kenegaraan, termasuk sidang tahunan. Dia pernah memakai baju adat Suku Tanimbar dari Maluku dan baju adat Suku Betawi.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyampaikan, aturan yang berlaku pada sidang tahunan kali ini memang mengharuskan penggunaan busana sipil lengkap. Tak adanya baju tradisional saat Sidang Tahunan MPR dinilai Jazilul sebagai hal yang wajar.
"Ini acara kenegaraan kan, ya tentu kita menggunakan sipil lengkap, menggunakan baju yang selama ini lazim dipakai pada acara kenegaraan. Ini kan kegiatan Sidang MPR bersama DPD dan DPR RI, saya pikir wajar kita semua pakai jas, sesuai dengan busana nasional kita," ujar Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025).