Puan Soroti Viral Kritik Tajam Rakyat di Medsos: Indonesia Gelap, Negara Konoha hingga Bendera One Piece

Ketua DPR Puan Maharani menyinggung kritik rakyat yang dibungkus secara kreatif di lini masa. Kritik rakyat kini memanfaatkan teknologi khususnya media sosial sebagai corong suara publik.

oleh Nanda Perdana PutraDelvira HutabaratLizsa EgehamWinda NelfiraDiperbarui 15 Agustus 2025, 10:19 WIB
Ketua DPR Puan Maharani pidato di Sidang MPR/DPR/DPD

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani menyinggung kritik rakyat yang dibungkus secara kreatif di lini masa. Kritik rakyat kini memanfaatkan teknologi khususnya media sosial sebagai corong suara publik.

Puan menyoroti beragam kritik yang viral seperti kabur aja dulu, Indonesia gelap, negara Konoha sampai terbaru bendera One Piece.

"Ungkapan tersebut dapat berupa kalimat singkat seperti “kabur aja dulu”, sindiran tajam “Indonesia Gelap”, lelucon politik “negara Konoha”, hingga simbol-simbol baru seperti “bendera One Piece”, dan banyak lagi yang menyebar luas di ruang digital," kata Puan dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Puan mengatakan, fenomena ini menunjukkan bahwa aspirasi dan keresahan rakyat kini disampaikan dengan bahasa dan mereka sendiri. Dia meminta penguasa tidak mengabaikan suara-suara kritik rakyat tersebut.

"Di balik setiap kata ada pesan. Di balik setiap pesan ada keresahan. Dan di balik keresahan itu ada harapan," ujar Puan.

Penguasa Harus Bijaksana Respons Kritik

Ketua DPP PDIP itu mengingatkan, pejabat negara dituntut kebijaksanaannya dalam menyikapi kritik rakyat tersebut. Menurut dia, Kebijaksanaan tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami suara rakyat.

"Kebijaksanaan untuk tidak hanya menanggapi, tetapi merespons dengan hati yang jernih dan pikiran yang terbuka," tutur dia.

Lebih lanjut, Puan juga mengingatkan, kritik rakyat berupa guyonan dan gambar-gambar itu tidak boleh memecah belah persaudaraan. Dia menyerukan, kritik harus dicarikan solusi demi kepentingan bersama.

"Kita semua berharap—apa pun bentuk dan isi kritik yang disampaikan rakyat—tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan. Kritik tidak boleh menjadi api yang memecah belah bangsa," tutup Puan Maharani.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya