Mulai 2026, Rusia Wajibkan Seragam Militer Hanya dari Produksi Dalam Negeri

Kebijakan penggunaan seragam produksi dalam negeri sudah disetujui oleh Vladimir Putin.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 14 Agustus 2025, 10:09 WIB
Tentara Rusia berbaris menuju Lapangan Merah (Red Square) untuk menghadiri gladi bersih parade militer Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, Minggu (7/5/2023). Parade akan berlangsung di Lapangan Merah Moskow pada 9 Mei untuk merayakan 78 tahun kemenangan dalam Perang Dunia II. (AP Photo)

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (11/8/2025) menandatangani sebuah dekret yang melarang pembelian pakaian dan perlengkapan terkait buatan luar negeri untuk angkatan bersenjata negara tersebut mulai 2026.

Menurut dekret tersebut, per 1 Januari 2026, seluruh seragam dan perlengkapan pakaian lainnya untuk Angkatan Bersenjata Rusia harus diproduksi oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri yang fasilitas produksinya berlokasi di wilayah Rusia.

Per 2027, ketentuan tersebut akan diperluas hingga mencakup kain dan bahan rajutan yang digunakan dalam produksi, yang harus diproduksi di dalam negeri, dikutip dari laman Antara News, Kamis (14/8).

Langkah tersebut bertujuan untuk sepenuhnya menghapus pembelian pakaian dan bahan baku buatan luar negeri untuk kebutuhan militer, demikian bunyi dekret tersebut.

Pakaian militer beserta perlengkapannya meliputi seragam, lencana, pakaian dalam, perlengkapan tidur, pakaian khusus, alas kaki, peralatan, dan barang-barang sanitasi. Persediaan semacam itu disediakan melalui sistem pesanan pertahanan negara Rusia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya