Ruang Gerak Xabi Alonso di Real Madrid Lebih Luas Dibandingkan Pelatih-pelatih Sebelumnya

Xabi Alonso baru beberapa bulan duduk di kursi pelatih Real Madrid, menggantikan Carlo Ancelotti. Namun, pengaruhnya di klub raksasa Spanyol itu sudah terasa signifikan.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 13 Agustus 2025, 15:03 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berbicara dengan para pemainnya dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al Hilal di Miami Gardens, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Liputan6.com, Jakarta Xabi Alonso baru beberapa bulan duduk di kursi pelatih Real Madrid, menggantikan Carlo Ancelotti. Namun, pengaruhnya di klub raksasa Spanyol itu sudah terasa signifikan.

Alonso tak hanya fokus pada sisi teknis di lapangan, tetapi juga turut menentukan arah kebijakan transfer dan strategi pengembangan pemain muda. Situasi ini memberinya ruang gerak yang lebih luas dibandingkan para pendahulunya.

Sebuah laporan dari The Athletic mengungkap bagaimana Alonso menjadi bagian penting dari proyek baru Real Madrid. Kendali besar yang dimilikinya diproyeksikan berlanjut di musim-musim mendatang.


Terlibat Sejak Sebelum Resmi Menjabat

Aksi Dean Huijsen saat membela Real Madrid melawan Al Hilal di Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (19/06/2025). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Menurut laporan tersebut, Alonso sudah terlibat dalam pengambilan keputusan di Madrid sebelum penunjukan resminya diumumkan. Ia diyakini punya andil besar dalam perekrutan Dean Huijsen dari Bournemouth dan Franco Mastantuono dari River Plate.

Keterlibatan ini menunjukkan bahwa klub sudah menaruh kepercayaan penuh kepada eks pelatih Bayer Leverkusen itu. Proses transisi bahkan berjalan mulus karena Alonso memahami visi jangka panjang Madrid sejak awal.


Kebebasan Lebih Besar dari Ancelotti

Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia berusia 62 tahun yang baru semusim membesut Real Madrid di periode keduanya sejak didatangkan dari Everton pada awal musim 2021/2022 ini mampu membawa AC Milan dan Real Madrid berlaga di final Liga Champions. Bersama AC Milan ia melakukannya 3 kali pada musim 2002/2003, 2004/2005 dan 2006/2007, dan mampu 2 kali menjadi juara di musim 2002/2003 dan 2006/2007. Sementara Real Madrid dibawanya 2 kali ke final, musim 2013/2014 dan 2021/2022, keduanya sukses berbuah gelar juara. (AFP/Franck Fife)

Ke depan, Alonso diperkirakan akan menikmati otonomi lebih luas ketimbang pelatih Madrid sebelumnya, termasuk Ancelotti. Ia bebas menentukan kebijakan yang menyentuh banyak aspek, mulai dari taktik hingga pembangunan tim jangka panjang.

Pendekatan ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas klub di tengah persaingan ketat. Dengan Alonso sebagai arsitek utama, Madrid bisa bergerak lebih cepat dalam mengeksekusi rencana besar.


Fokus pada Sepak Bola Menyerang

Kylian Mbappe dan Xabi Alonso saat Real Madrid takluk 0-4 dari PSG pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. (JUAN MABROMATA / AFP)

Secara taktik, Alonso dikenal menganut gaya bermain menyerang yang juga menghibur penonton. Filosofi ini diharapkan bisa membawa Madrid tampil dominan sekaligus atraktif di berbagai kompetisi.

Kombinasi penguasaan bola, pressing tinggi, dan kreativitas menjadi ciri khas yang akan coba ia terapkan. Gaya ini diyakini mampu memaksimalkan potensi para bintang Madrid di semua lini.


Dorong Pemain Muda ke Tim Utama

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso memberikan instruksi kepada para pemainnya saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Sandra Montanez)

Selain urusan taktik, Alonso berkomitmen mempromosikan pemain muda ke skuad utama. Sejauh musim panas ini, beberapa nama dari akademi sudah ikut berlatih bersama tim senior.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa regenerasi skuad berjalan sesuai rencana. Madrid pun berharap talenta muda tersebut bisa menjadi tulang punggung klub di masa depan.

Sumber: The Athletic, Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya