Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat signifikan pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025. Hal itu juga turut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/8/2025), IHSG melonjak 2,44% ke posisi 7.791,69. IHSG sempat sentuh level tertinggi 7.800,83 dan terendah 7.646,91.
Advertisement
Total volume perdagangan saham mencapai 29,79 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,12 triliun.Transaksi perdagangan saham tercatat Rp 20,12 triliun.
Kenaikan IHSG tersebut mendorong kapitalisasi pasar saham BEI sentuh posisi tertinggi pada 2025. Kapitalisasi pasar saham BEI menyentuh Rp 14.013 triliun atau USD 860 miliar.Kapitalisasi pasar BEI berada di urutan pertama di ASEAN.
"Kalau melihat dari market cap ASEAN, IHSG berada di urutan pertama, disusul Singapura,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana saat dihubungi Liputan6.com.
Kenaikan kapitalisasi pasar itu tak lepas dari lonjakan IHSG. Herditya menuturkan, penguatan IHSG didorong oleh kembalinya aliran dana investor asing. “Di sisi lain pergerakan mayoritas bursa regional Asia yang menguat akibat adanya gencatan senjata perang dagang AS-China, kemudian semalam juga ada rilis data inflasi AS, di mana inflasi AS cenderung stabil dan juga meningkatkan ada ekspektasi cut rate,” kata Herditya.
Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, faktor kenaikan kapitalisasi pasar saham didorong saham konglomerasi, salah satunya emiten grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu.
"Kapitalisasi pasar kuat dari CUAN, BREN, PTRO. CUAN dan PTRO masuk MSCI. Dari sisi lain kalau saya lihat saham teknologi, market cap ada saham DCII. Di sisi lain saham perbankan mulai perfom, market cap naik. Di sisi lain saham yang baru saja IPO CDIA dongkrak market cap naik signifikan,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Nafan menambahkan, dari sentimen makro ekonomi yakni dukungan kondisi ekonomi domestik yang kondusif. Ditambah sentimen perang dagang mereda. “Diplomasi ekonomi dijunjung tinggi. Sentimen eskalasi geopolitik juga mereda,” kata dia.
10 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI
Lalu apa saham emiten yang catat kapitalisasi pasar terbesar di BEI pada 12 Agustus 2025? Berikut 10 emiten dengan kapitalisasi pasar di BEI:
1.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 1.217 triliun
2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 1.080 triliun
3.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 774 triliun
4.PT DCI Indonesia Tbk (DCII): Rp 663 triliun
5.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp 644 triliun
6.PT Amman Mineral International Tbk (AMMN): Rp 615 triliun
7.PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Rp 610 triliun
8.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 608 triliun
9.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 454 triliun
10.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 315 triliun
BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Masuk 10 Besar di Dunia
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan kapitalisasi pasar (market cap) pasar modal Indonesia dapat masuk 10 besar di antara bursa-bursa global pada 2029–2030.
BEI menargetkan kapitalisasi pasar mencapai Rp 20.000 triliun pada 2029. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebut saat ini posisi Indonesia berada di peringkat ke-17 dunia dengan nilai market cap mencapai Rp13.555 triliun.
"Market cap, ini menarik. Ternyata market cap kita tumbuh hampir 10 persen dari Januari 2025. Dan kalau kita lihat ternyata market cap kita ini di bursa-bursa global, kita nomor 17 ya di angka 13.555 triliun," ujarnya.
Iman menambahkan, pada 29 Juli 2025, BEI mencatat rekor tertinggi market cap tahun ini yang mencapai Rp13.701 triliun, melampaui capaian tertinggi tahun lalu.
"Ternyata kita di 29 Juli lalu mencapai market cap tertinggi yaitu 13.701 triliun. Jadi di 29 Juli ternyata sudah melampaui tahun lalu, tahun lalu kita punya market cap tertinggi di bulan September tapi ternyata di Juli ini sudah dilampaui ke 13.700," jelasnya.
Ia optimistis pencapaian tersebut akan menjadi landasan kuat untuk terus mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia hingga mampu menembus 10 besar bursa global, meskipun tantangan global sejak awal tahun tidak mudah.
Selain target kapitalisasi pasar, BEI juga menargetkan pencatatan 1.200 perusahaan tercatat pada 2029. Saat ini jumlah perusahaan tercatat di BEI tercatat 943 pada 2024.