IHSG Hari Ini 12 Agustus 2025 Terbang 2,4%, Transaksi Harian Sentuh Rp 20 Triliun

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung di tengah mayoritas bursa saham Asia Pasifik melesat pada perdagangan Selasa, (12/8/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Agustus 2025, 18:00 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan hingga sentuh 7.700. Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham Rp20,1 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 2,44% ke posisi 7.791,69. Indeks saham LQ45 bertambah 2,96% ke posisi 823,25. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di posisi tertinggi 7.800,83 dan level terendah 7.646,91. Sebanyak 382 saham menguat sehingga angkat IHSG. 249 saham melemah dan 170 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.224.908 kali dengan volume perdagangan 30,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.274.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham teknologi bertambah 5,52%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri naik 5,01%, sektor saham keuangan melesat 2,91%, sektor saham infrastruktur mendaki 1,99%.

Selain itu, sektor saham energi menguat 0,92%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,14%, sektor saham siklikal naik 0,28%, sektor saham kesehatan menanjak 0,99%, dan sektor saham transportasi naik tipis 0,01%.

Sementara itu, saham CBDK melemah 0,83% ke posisi Rp 5.950 per saham. Harga saham CBDK dibuka stagnan di posisi Rp 6.000 per saham. Saham CBDK berada di level tertinggi Rp 6.050 dan terendah Rp 5.900 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.028 kali dengan volume perdagangan 36.997 saham. Nilai transaksi Rp 22 miliar.

Harga saham INDY terpangkas 0,37% ke posisi Rp 1.350 per saham. Saham INDY dibuka stagnan di posisi Rp 1.355 per saham. Saham INDY berada di level tertinggi Rp 1.370 dan terendah Rp 1.340 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.087 kali dengan volume perdagangan 53.639 saham. Nilai transaksi Rp 7,2 miliar.

Harga saham ARTO melonjak 10% ke posisi Rp 2.200 per saham. Harga saham ARTO dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 2.010 per saham. Saham ARTO berada di level tertinggi Rp 2.380 dan terendah Rp 1.975 per saham. Total frekuensi perdagangan 24.174 kali dengan volume perdagangan 853.666 saham. Nilai transaksi Rp 188,9 miliar.

Sentimen IHSG

Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dalam kajian tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat seiring pelaku pasar merespons berita Amerika Serikat (AS) dan China yang telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari.

“Dari mancanegara, pelaku pasar berharap kesepakatan antara AS dan China dapat meredakan ketegangan perang dagang dan memberikan para negosiator lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Pada Selasa, 12 Agustus 2025, China mengumumkan mereka akan menangguhkan tarif tambahan atas barang-barang AS selama 90 hari ke depan, menyusul perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata tarif.

Kementerian Perdagangan China mengatakan tarif untuk beberapa barang AS akan tetap sebesar 10 persen, sementara China akan berupaya mengatasi hambatan non-tarif yang mempengaruhi produk-produk AS.

Langkah ini diambil seiring kedua negara berupaya meredakan ketegangan perdagangan dan menciptakan ruang untuk negosiasi lebih lanjut, dengan perpanjangan dipandang sebagai langkah untuk mencegah eskalasi baru dalam sengketa perdagangan.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan laporan Nota Keuangan RAPBN 2026 yang akan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 15 Agustus 2025.

Sebelumnya, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sudah menyelesaikan rancangan postur Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yang akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun nota keuangan APBN.

Ketua Banggar Said Abdullah menyampaikan pendapatan negara pada RAPBN 2026 di kisaran Rp3.094 triliun-Rp3.114 triliun, sementara belanja negara di kisaran Rp3.800 triliun-Rp3.820 triliun.

Top Gainers-Losers

Inarno menambahkan pelaksanaan buyback tanpa RUPS harus memenuhi ketentuan POJK 9/2023. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham TNCA melonjak 34,78%
  • Saham DKHH melonjak 34,62%
  • Saham PPRE melonjak 34,18%
  • Saham GRPH melonjak 34%
  • Saham IMPC melonjak 25%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham NRCA merosot 14,71%
  • Saham JGLE merosot 11,11%
  • Saham BEEF merosot 10,59%
  • Saham GLOB merosot 10%
  • Saham CTBN merosot 9,32%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBRI tercatat 66.064 kali
  • Saham CDIA tercatat 60.997 kali
  • Saham ANTM tercatat 60.934 kali
  • Saham TLKM tercatat 52.960 kali
  • Saham BRPT tercatat 51.006 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBRI senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham TLKM senilai Rp 680,1 miliar
  • Saham BREN senilai Rp 658,4 miliar

Indeks Nikkei Melambung 2,15%

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025. Indeks Nikkei 225 di Jepang mencapai rekor tertinggi. Hal ini seiring investor menilai perpanjangan gencatan senjata perdagangan Amerika Serikat (AS)-China telah memberikan lebih banyak ruang bagi negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia untuk menegosiasikan kesepakatan.

Mengutip CNBC, investor akan mencermati keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). RBA diprediksi memangkas suku bunga ke depan.

Berikut kinerja indeks saham acuan di Bursa Saham Asia Pasifik:

  • Indeks ASX 200 di Australia naik 0,41%
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,25%
  • Indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,53%
  • Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 2,15%
  • Indeks Nifty 50 turun 0,40%
  • Indeks Shanghai naik 0,50%
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya