Liputan6.com, Jakarta - Setelah 18 tahun berkiprah di luar negeri, khususnya di Singapura dan Inggris, Dr. Johan memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya ini sebelumnya mengawali kariernya sebagai dokter umum di daerah terpencil di Sumatera Selatan.
Advertisement
Ia kemudian berdinas di Rumah Sakit Tentara di Jambi sebelum menjalani pendidikan spesialis di Singapura, yang membawanya meniti jenjang karier hingga menjadi peneliti internasional.
Selama bertahun-tahun, Dr. Johan menekuni penelitian osteoartritis—penyakit yang sering disalahartikan sebagai "pengapuran," padahal sebenarnya merupakan kerusakan bantalan tulang rawan yang menyebabkan tulang bergesekan.
Berbeda dengan metode konvensional yang hanya mengandalkan obat pereda nyeri atau operasi penggantian sendi, penelitian Dr. Johan menghasilkan teknologi baru yang diharapkan mampu mengurangi kebutuhan operasi invasif. Temuan ini bahkan mendapatkan penghargaan HPT dari pemerintah Singapura.
Teknologi tersebut kini dibawa pulang untuk dimanfaatkan masyarakat Indonesia, terutama bagi pasien yang terkendala biaya operasi.
"Saya ingin transfer teknologi, transfer ilmu, dan mengobati masyarakat Indonesia. Kita tidak boleh melupakan akar kita. Garuda tetap di dada saya," kata Dr. Johan di sela-sela acara Diaspora Global Summit 2 yang diselenggarakan oleh IDN-U pada Selasa (12/8/2025) di Jakarta.
Aktif di Kegiatan Sosial
Selain praktik di klinik pribadi, Dr. Johan aktif menggelar kegiatan sosial seperti "Jumat Berkah" di mana pasien kurang mampu mendapat layanan gratis, mulai dari konsultasi, pengobatan, obat-obatan, hingga tindak lanjut.
Pengabdian Dr. Johan tidak berhenti di situ. Pada September mendatang, ia akan menjadi satu-satunya dokter dari Indonesia yang mempresentasikan inovasi dan penemuannya di World Orthopedic Conference, forum bergengsi yang dihadiri para profesor, ilmuwan, dan pakar ortopedi dari seluruh dunia.
"Walaupun nyaman tinggal di luar negeri, saya memilih pulang. Kondisi pelayanan kesehatan kita masih perlu dibenahi, terutama untuk masyarakat ekonomi ke bawah. Saya ingin hadir untuk mereka," kata Dr. Johan.