Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 18 siswa SDN 1 Way Jaha, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu 6 Agustus 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Americo berharap kejadian ini tak terulang, bahkan tak ada lagi hal serupa.
Advertisement
"Ini menjadi perhatian ke depan. Setelah ada perhatian dari pemerintah, kita berharap kejadian seperti ini berkurang, bahkan tidak ada lagi. Anak-anak harus mendapat asupan gizi yang baik dan cukup," kata dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (12/8/2025)
Thomas mengungkapkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satgas MBG baik itu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), serta pihak dinas pendidikan tingkat kabupaten dan kota untuk memperkuat pengawasan ini.
"Kita harus saling mendukung agar program ini berjalan baik," ungkap dia.
Thomas menegaskan, semua pihak terkait perlu memastikan bahan makanan yang digunakan layak dan higienis.
"Program MBG harus kita dukung, tapi pelaksanaannya juga harus benar. Pengadaan bahan makanan harus diperiksa kualitasnya supaya menu yang disajikan benar-benar higienis," jelas dia.
Viral di Medsos
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa mual, muntah, hingga lemas usai menyantap paket MBG. Salah satu orang tua murid mengaku anaknya langsung mengeluh sakit perut dan mual, namun tidak bisa muntah.
"Anak saya sakit di perut, mual, lalu saya bawa ke Puskesmas karena kondisinya belum membaik. Menunya ada tahu goreng, ikan lele goreng, dan buah salak," ujar orang tua siswa SD di dalam video yang beredar.
Dia menjelaskan, kejadian serupa dialami siswa SD lain di wilayah sekitar. "Tetangga saya yang sekolah di SD Banjar Agung juga muntah-muntah sepulang sekolah," katanya.
Kepala SDN 1 Way Jaha, Heri Purnomo, membenarkan insiden tersebut. Dia bilang, pagi itu pihak sekolah menerima 379 paket makanan MBG sekitar pukul 09.05 WIB. Setelah dibagikan ke kelas, tercium aroma tak sedap dari lauk tahu, lele, nasi, dan buncis.
"Sebagian anak langsung mengeluh mual, ada yang muntah di tempat, bahkan sampai lemas. Kami langsung tarik semua makanan, tapi sebagian sudah terlanjur dimakan," kata Heri kepada wartawan.
Bukan 30 Anak
Sebanyak 18 siswa yang terdampak langsung dilarikan ke Puskesmas Rantau Tijang untuk mendapatkan perawatan medis. Heri menegaskan jumlah tersebut berbeda dengan kabar di media sosial yang menyebut hingga 30 orang.
Dia menyatakan bahwa pihak sekolah masih menunggu hasil laboratorium terkait peristiwa itu.
"Secara fakta, mereka mual dan muntah. Keracunan atau tidak, kita tunggu bukti ilmiahnya," tutup dia.
Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko dan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yani Iswandari Yuyun, belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini saat dihubungi Liputan6.com.