Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menegaskan, keberadaan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita tidak akan menimbulkan persaingan atau fenomena matahari kembar di tubuh TNI.
"Jadi tidak ada nanti disebut sebagai matahari kembar, tidak ada. Dia bertanggung jawab kepada Panglima TNI," kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Advertisement
Politikus PDI Perjuangan itu juga membantah anggapan bahwa jabatan wakil panglima bertujuan mempersiapkan diri menjadi calon Panglima TNI.
"Memang banyak juga anggapan, ‘wah ini saingan nanti menjadi calon Panglima TNI’, tidak," ujarnya.
Menurut Hasanuddin, justru keberadaan wakil panglima akan membantu pengembangan jumlah personel dan memperluas rentang kendali organisasi.
"Rentang kendalinya lebih luas dan tupoksi bertambah. Sehingga dibutuhkan wakil di situ untuk membantu Panglima TNI dan wakil itu wajib bertanggung jawab," pungkasnya.
Prabowo Pimpin Langsung Proses Pelantikan
Jenderal Tandyo Budi Revita resmi menjabat Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung proses pelantikannya dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus (Pusdiklatsus) Komando Pasukan Khusus Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).
Jabatan wakil panglima TNI yang kosong selama 25 tahun kini terisi kembali. Prabowo menyematkan tanda pangkat kepada Jenderal Tandyo, kemudian menyalaminya.
Sederet menteri turut menghadiri pelantikan Tandyo. Seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian,hingga Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya.