Permintaan Institusional Bikin Bitcoin Tetap Dominan, Altseason Tertunda?

Dominasi Bitcoin biasanya memuncak lalu turun tajam sekitar 230 hari setelah halving, menandai dimulainya altseason. Mengapa saat ini hal tersebut belum terjadi? Simak ulasannya di sini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 Agustus 2025, 11:00 WIB
Dulu, siklus pasar kripto cenderung bisa ditebak. (Ilustrasi Altseason by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin (BTC) masih menjadi raja di pasar kripto. Permintaan dari investor institusional terus mengalir, dan ini mungkin menjadi alasan utama mengapa altseason — periode di mana altcoin meroket — belum terjadi.

Dikutip dari coinmarketcap, Selasa (12/8/2025), menurut laporan triwulanan terbaru dari Bybit dan Block Scholes (8 Agustus), pangsa pasar Bitcoin di luar stablecoin terus meningkat secara stabil.

Ini berbeda dengan pola sebelumnya, di mana dominasi Bitcoin biasanya memuncak lalu turun tajam sekitar 230 hari setelah halving, menandai dimulainya altseason.

Kali ini, momen tersebut sudah lewat pada Desember 2024, namun penurunan yang diharapkan tak pernah datang.

Struktur Pasar Kripto Berubah

Dulu, siklus pasar kripto cenderung bisa ditebak: harga Bitcoin naik ke rekor tertinggi, investor mencairkan keuntungan, lalu mengalihkan dana ke Ethereum (ETH) dan altcoin lain.

Hal ini memicu reli besar di altcoin. Namun di siklus kali ini, meski Bitcoin sudah menembus beberapa rekor baru, altcoin belum menunjukkan reli berkelanjutan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Penyebab Pergeseran

(Ilustrasi Altseason by AI)

Salah satu alasannya adalah pergeseran tipe investor. Kini, semakin banyak institusi besar — mulai dari perusahaan hingga dana pensiun — membeli Bitcoin lewat ETF spot atau kepemilikan langsung. Investor jenis ini cenderung memegang BTC dalam jangka panjang, sehingga mengurangi volatilitas dan mencegah arus modal besar mengalir ke altcoin seperti di masa lalu.

Selama Bitcoin terus memberikan imbal hasil tinggi — naik sekitar 79% dalam setahun terakhir, jauh mengungguli S&P 500 yang naik 16% — minat untuk mengambil risiko di altcoin masih rendah.

Ethereum Masih Menunggu Momen

Ethereum sempat menunjukkan keunggulan sejak April, dengan kenaikan hampir 100%, dibandingkan kenaikan 40% Bitcoin. Kinerja ini didorong oleh pembaruan Pectra pada Mei, kepastian regulasi staking di AS, dan masuknya dana ke ETF spot ETH.

Bahkan, di beberapa hari bulan Juli, arus masuk ETF ETH melampaui ETF BTC.

 

Belum Ada Sinyal

Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Meski begitu, reli ETH belum cukup untuk mengubah peta dominasi pasar. Laporan tersebut menyebut, rotasi modal mungkin terjadi jika dana institusional mulai lebih banyak masuk ke ETF ETH. Kebijakan baru di AS yang mendorong tokenisasi, serta peluncuran ETF dengan fitur staking, bisa menjadi pemicu tambahan.

Untuk saat ini, pasar derivatif masih menunjukkan sentimen positif terhadap BTC dan ETH. Namun, euforia seperti yang biasanya mendahului altseason besar belum terlihat.

Tanpa lonjakan ekstrem di posisi perdagangan atau penurunan signifikan dominasi Bitcoin, altseason berikutnya masih menjadi tanda tanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya