Megawati Cerita Pernah Utus Seseorang untuk Temui Prabowo, Titip Pesan soal Buzzer

Megawati menyebut informasi yang disampaikan buzzer kerap tidak sesuai fakta dan menimbulkan gaduh di tengah masyarakat.

oleh Winda NelfiraDiperbarui 11 Agustus 2025, 20:41 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan di acara Bimtek Nasional PDIP di Bali. (Foto: Tim Media PDIP).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengatakan telah meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas buzzer. Megawati menilai, buzzer hanya membuat perpecahan.

Lewat seorang perantara, Megawati menitipkan pesan untuk disampaikan kepada Prabowo agar memberantas buzzer. Sebab, katanya, informasi yang disampaikan buzzer kerap tidak sesuai fakta dan menimbulkan gaduh di tengah masyarakat.

“Saya sudah bilang melalui seseorang supaya Pak Prabowo membuang itu namanya buzzer-buzzer yang hanya membuat yang namanya perpecahan di antara kita sendiri, belum tentu faktanya aja,” kata Megawati di acara Peresmian Serambi Pancasila dan Peluncuran Buku di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Barat, Senin (11/8/2025).

Megawati Tak Takut dengan Buzzer

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Tim Media PDIP)

Megawati mengaku tak pernah takut dengan keberadaan buzzer. Sebab apa yang dia sampaikan adalah kebenaran. kebenaran yang hakiki,” ujar Megawati.

Kendati kerap terheran-heran dan bertanya siapa di balik sosok buzzer, Megawati kembali menegaskan para pendengung itu hanya membuat perpecahan bangsa dan bekerja demi uang semata.

“Kenapa? Padahal buzzer itu hanya juga dengan uang. Kalian itu siapa? Kalau kalian yang dibuat seperti itu lalu bagaimana?” kata dia.

Megawati Minta Berargumen dengan Benar

Presiden Kelima Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam forum Dialog Peradaban Global yang digelar di Wisma Tamu Negara Diaoyutai, Beijing, pada Kamis (10/7/2025). (Foto: Dokumentasi Tim Media PDIP).

Megawati mengaku lebih senang apabila ada pihak yang tidak setuju dengan pendapatnya maka bisa disampaikan langsung. Dia terbuka untuk adu argumentasi, ketimbang membicarakannya di belakang.

“Makanya coba kalian pulang nanti jangan ngedumel, saya enggak suka. Kalau tidak suka sama saya, berdiri, 'saya tidak setuju sama ibu', saya terima. Tapi mari kita berargumentasi yang benar,” kata Megawati.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya