Liputan6.com, Jakarta Musim ini menjadi ajang penebusan bagi Vinicius Junior, yang setahun lalu nyaris meraih Ballon d’Or. Pemain Brasil itu sadar sorotan besar akan tertuju padanya, baik di dalam maupun luar lapangan.
Kehilangan gelar tersebut, yang akhirnya dimenangkan oleh Rodri Hernandez dari Manchester City, menjadi pukulan berat bagi Vinicius. Namun, pengaruhnya dalam keberhasilan Real Madrid meraih gelar-gelar penting tak bisa dipungkiri.
Advertisement
Kini, di usia 25 tahun, Vinicius bertekad kembali menampilkan performa terbaik. Dengan bimbingan Xabi Alonso, ia siap membentuk duet mematikan bersama Kylian Mbappe di lini depan Madrid.
Vinicius Tetap Vital di Real Madrid
Musim lalu, Vinicius menunjukkan momen-momen brilian meski diselingi periode yang kurang konsisten. Meski begitu, kualitas dan pengaruhnya di lapangan tak pernah diragukan.
Xabi Alonso diyakini akan bekerja keras menemukan formula terbaik untuk memaksimalkan potensi Vinicius. Kombinasinya dengan Mbappe disebut bisa menjadi duet paling berbahaya di sepak bola Eropa.
Bagi Madrid, Vinicius tetap menjadi salah satu aset terpenting dalam rencana jangka panjang klub. Kontribusinya kerap menjadi pembeda di pertandingan-pertandingan besar.
Godaan Arab Saudi dan Masa Depan di Madrid
Meski fokusnya bersama Madrid, Vinicius tak luput dari incaran klub-klub Arab Saudi. PIF (Public Investment Fund) disebut siap mengajukan tawaran besar setelah Piala Dunia 2026.
Namun, menurut laporan Alberto Pereiro dari Onda Cero, keputusan sepenuhnya berada di tangan Vinicius. Pemain asal Brasil itu memegang kendali penuh menentukan masa depannya di Santiago Bernabeu.
Negosiasi kontrak baru diperkirakan akan segera dibuka kembali, dengan tawaran perpanjangan hingga melewati 2027. Dengan posisi tawar yang kuat, Vinicius berpeluang terus menulis sejarah bersama Real Madrid.