Liputan6.com, Jakarta Kecepatan makan ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh, khususnya sistem pencernaan.
Makan secara perlahan telah terbukti membawa beragam manfaat bagi kesehatan pencernaan dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.
Advertisement
Praktik ini tidak hanya membantu tubuh memproses makanan dengan lebih baik, tetapi juga meminimalkan risiko masalah umum seperti kembung dan refluks asam yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Ini adalah kebiasaan sederhana namun berdampak besar.
Bagi seseorang yang kerap mengalami kembung bisa jadi karena masalah sepele seperti makan yang terlalu cepat. Melahap makanan dengan cepat juga berarti Anda mungkin menghirup lebih banyak udara daripada biasanya seperti disampaikan Brigitte Zeitlin
"Gelembung udara di perut Anda dapat menyebabkan kembung, gas, dan membuat Anda merasa tidak nyaman," kata Zeitlin mengutip laman Shape.
Guna mencegah kembung gegara makan terlalu cepat maka mengubah kebiasaan makan ini bisa dilakukan.
"Saya tahu kedengarannya membosankan, tetapi memperlambat tempo makan adalah solusinya," kata ahli nutrisi Marissa Moore.
Pencernaan Optimal dengan Makan Pelan-Pelan
Makan perlahan memungkinkan proses pengunyahan makanan menjadi lebih menyeluruh. Ketika makanan dipecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil di mulut, beban kerja sistem pencernaan di lambung dan usus akan berkurang secara signifikan.
Hal ini membantu mencegah timbulnya masalah seperti kembung dan gangguan pencernaan yang seringkali disebabkan oleh makanan yang tidak tercerna dengan baik.
Selain itu, mengunyah perlahan juga merangsang produksi air liur yang lebih banyak. Air liur mengandung enzim amilase yang memulai pencernaan karbohidrat sejak di mulut, serta membantu melembabkan makanan agar lebih mudah ditelan. Peningkatan produksi air liur ini adalah langkah awal yang krusial dalam proses pencernaan yang efisien, memastikan makanan siap diproses lebih lanjut.
Dengan memberikan waktu lebih bagi lambung untuk melepaskan cairan pencernaan, makan perlahan juga meningkatkan efisiensi pemecahan makanan. Ini berdampak langsung pada penyerapan nutrisi yang lebih baik di usus kecil, berkontribusi pada asupan nutrisi keseluruhan yang lebih optimal. Tubuh dapat memanfaatkan vitamin dan mineral dari makanan secara maksimal.
Makan Pelan-Pelan, Berat Badan Terjaga
Makan perlahan memberikan waktu yang cukup bagi otak untuk menerima sinyal kenyang dari lambung.
Sinyal ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai otak, sehingga dengan tempo makan yang lebih lambat, Anda cenderung merasa kenyang lebih cepat dan mengonsumsi lebih sedikit kalori.
Mengutip laman Harvard, berdasarkan studi para peneliti menemukan orang yang makan pelan-pelan secara signifikan lebih kurus daripada mereka yang makan cepat. Ada juga yang makan lambat 42 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami obesitas dibandingkan mereka yang makan cepat. Perempuan yang makan lambat secara signifikan lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Bagaimana Cara agar Bisa Makan Pelan-Pelan?
Untuk mulai menerapkan kebiasaan makan pelan-pelan, ada beberapa strategi sederhana yang bisa dicoba.
Pertama, hindari gangguan seperti menonton TV atau menggunakan ponsel saat makan. Fokus penuh pada makanan akan membantu Anda lebih sadar terhadap proses makan dan sinyal kenyang dari tubuh.
Kedua, tingkatkan durasi pengunyahan setiap suapan. Idealnya, kunyah makanan setidaknya 20 hingga 30 kali, atau bahkan hingga 32 kali untuk makanan yang lebih keras, hingga teksturnya menjadi sangat halus. Meletakkan peralatan makan di antara setiap gigitan juga dapat membantu memperlambat tempo secara alami.
Ketiga, jangan biarkan diri Anda terlalu lapar sebelum makan. Rasa lapar yang ekstrem seringkali mendorong seseorang untuk makan dengan cepat. Siapkan camilan sehat di antara waktu makan utama untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah rasa lapar berlebihan.
Terakhir, pilih makanan berserat tinggi seperti sayuran dan buah-buahan, karena jenis makanan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dikunyah.
Minum air yang cukup selama makan juga dapat membantu memperlambat proses makan dan meningkatkan rasa kenyang.